Ekonom Beberkan Perlunya Pertamina Naikkan Harga LPG Nonsubsidi

Selasa, 28 Desember 2021 - 12:25 WIB
loading...
Ekonom Beberkan Perlunya...
Kenaikan harga LPG nonsubsidi disebut penting untuk menjaga kinerja BUMN agar dapat terus menjalankan fungsinya. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Sub Holding Commercial & Trading-nya, Pertamina Patra Niaga secara resmi menaikkan harga jual LPG non-subsidi, yaitu untuk produk 12 kg dan Bright Gas ukuran 5,5 kg. Kebijakan ini menuai beragam tanggapan, termasuk kekhawatiran akan beralihnya masyarakat ke gas LPG bersubsidi kemasan 3 kg.

Terkait dengan itu, Ekonom Defiyan Cori mengatakan bahwa penting agar publik diberi pemahaman terkait kebijakan tersebut. Alasan kenaikan harga tersebut, kata dia, tidak hanya didasarkan oleh terjadinya kenaikan harga keekonomian migas dunia, namun juga BUMN telah lama tidak menggunakan kewenangannya melakukan perubahan harga terkait faktor permintaan dan penawaran sesuai hukum ekonomi.

Baca Juga: Resmi Naik, Segini Harga Baru Gas LPG Non Subsidi di Pasaran

"Publik harus memahami kebijakan ini sebagai salah satu upaya krusial bagi perusahaan dalam mrespons perkembangan kenaikan harga migas yang terjadi, yang akan berpengaruh pada kinerja BUMN, khususnya dalam pembentukan Harga Pokok Produk dan atau Harga Pokok Penjualan (HPP) ke konsumen," ungkapnya melalui siaran pers, Selasa (28/12/2021).

Sebagai respons kenaikan harga migas dunia, lanjut dia, langkah menaikkan harga LPG nonsubsidi menjadi upaya BUMN untuk menyelamatkan eksistensinya serta menjalankan pelayanan publik secara efektif, efisien dan berkelanjutan.

Bahkan, dia menilai langkah menaikkan harga ini agak terlambat dilakukan mengingat sebagian besar produsen migas dunia telah melakukan penyesuaian harga LPG retail yang dijual kepada konsumen guna menyiasati fluktuasi harga migas. Dia mencontohkan India yang telah menaikkan harga LPG mengacu pada perjanjian Contract Prime Aramco (CPA).

Defiyan mengatakan, kenaikan harga CPA Saudi Aramco memang sangat signifikan, yaitu dari USD565 menjadi USD800 per metrik ton atau naik 41,5% dan butana dari USD590 menjadi USD795 per metrik ton atau naik 25,8%. Atas perubahan harga 2 komponen LPG ini, kata dia, pemerintah India menaikkan harga jual LPG yang awalnya 305 rupee per tabung 12 kg atau Rp57.831,7 (kurs Rp189,94 per rupee) menjadi 899,5 rupee per tabung menjadi Rp274.347,5.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lapor Prabowo, Bahlil...
Lapor Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM hingga LPG Aman
Harga Energi Global...
Harga Energi Global Melonjak Tajam, BBM LPG dan LNG Alami Tren Kenaikan
Kinerja ASDP Terus Tumbuh...
Kinerja ASDP Terus Tumbuh dengan Layanan Berdampak Berkelanjutan
Minyak Jelantah Buangan...
Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
AS Untung Besar dari...
AS Untung Besar dari Krisis Selat Hormuz, Ekspor LPG Tembus Rekor 3,3 Juta Barel per Hari
Bahlil: Indonesia Bisa...
Bahlil: Indonesia Bisa Setop Impor LPG jika Sudah Pakai CNG 3 Kg
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
MT Gamsunoro, Skema...
MT Gamsunoro, Skema Pengoperasian Kapal dan FoC
Bareskrim Polri Bongkar...
Bareskrim Polri Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Tangkap 2 Tersangka
Rekomendasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved