Ekonom Ingatkan Pelatihan Kartu Prakerja Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Rabu, 10 Juni 2020 - 08:59 WIB
loading...
Warga sedang mencari informasi pendaftaran kartu prakerja. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Program kartu prakerja didesain sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis masyarakat sehingga masyarakat bisa mandiri di tengah lesunya perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19.
Ekonom Senior Raden Pardede mengatakan, program kartu prakerja cukup efektif di tengah situasi yang sulit sekarang, penekanannya lebih kepada bantuan sosial. Namun, seusai pandemi, titik tekannya ada pada peningkatan kompetensi sehingga masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi.
“Selain mendapatkan keterampilan teknis, saat Covid-19, masyarakat bisa tertolong karena ada bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan setelah menyelesaikan pelatihan,” kata Raden Pardede, di Jakarta, kemarin. (Baca: Kaji Ulang Pelatikan Kartu Prakerja!)
Pardede menilai standar materi pelatihan yang diberikan sangat baik. Masyarakat bisa memilih berbagai bentuk topik pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan teknis dasar masing-masing. Di masa pandemi, pelatihan diberikan secara online namun seusai Covid-19 berlalu, program pelatihan tersebut akan dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.
“Pelatihan dengan tatap muka langsung lebih relevan, mudah dipahami, dan lebih mudah dalam masuk lapangan pekerjaan baru,” ucap Pardede.
Ekonom Senior Raden Pardede mengatakan, program kartu prakerja cukup efektif di tengah situasi yang sulit sekarang, penekanannya lebih kepada bantuan sosial. Namun, seusai pandemi, titik tekannya ada pada peningkatan kompetensi sehingga masyarakat diharapkan bisa mandiri secara ekonomi.
“Selain mendapatkan keterampilan teknis, saat Covid-19, masyarakat bisa tertolong karena ada bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan setelah menyelesaikan pelatihan,” kata Raden Pardede, di Jakarta, kemarin. (Baca: Kaji Ulang Pelatikan Kartu Prakerja!)
Pardede menilai standar materi pelatihan yang diberikan sangat baik. Masyarakat bisa memilih berbagai bentuk topik pelatihan sesuai dengan minat dan kemampuan teknis dasar masing-masing. Di masa pandemi, pelatihan diberikan secara online namun seusai Covid-19 berlalu, program pelatihan tersebut akan dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.
“Pelatihan dengan tatap muka langsung lebih relevan, mudah dipahami, dan lebih mudah dalam masuk lapangan pekerjaan baru,” ucap Pardede.
Lihat Juga :