Model Iklan Mata Sipit Bersuara: Apakah Saya Menghina China pada Hari Saat Dilahirkan?

Rabu, 05 Januari 2022 - 05:36 WIB
loading...
A A A
"Apakah saya menghina China pada hari saya dilahirkan hanya karena penampilan saya?"

Penolakan Pluralisme Estetika

Desakan di antara beberapa orang China soal definisi kecantikan secara tertentu, sangat kontras dengan perdebatan global saat ini mengenai keragaman dan dorongan untuk representasi yang lebih luas dari wajah-wajah Asia di media.

Pengamat mengatakan, bahwa meskipun dapat dimengerti bahwa beberapa konsumen akan tersinggung atas iklan tertentu, protes dinilai terlalu sederhana karena menolak gagasan bahwa sebenarnya ada banyak cara berbeda untuk terlihat China.

"Menolak 'mata sipit' adalah fenomena yang sangat berbahaya, karena itu adalah penolakan pluralisme estetika," kata Dr Luwei Rose Luqiu dari Hong Kong Baptist University.

"Ini adalah keindahan yang mencekik yang tidak memenuhi standar tertentu."

Baca Juga: Gara-gara Iklan Mata Sipit, Masyarakat China Ngamuk ke Mercedes

Para ahli juga menunjukkan bahwa standar kecantikan tradisional di China sebenarnya menyukai mata yang sipit. Misalnya, lukisan dari apa yang secara luas dianggap sebagai zaman keemasan China untuk seni dan budaya, periode Dinasti Tang dari 618 hingga 907 Masehi, secara mencolok menampilkan wanita dengan mata panjang dan sempit.

"Meskipun ada beberapa variasi di berbagai dinasti, mata yang lebih sipit lebih disukai di China kuno," kata Dr Jaehee Jung, seorang ahli perilaku konsumen di University of Delaware.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved