Bukit Asam Bagikan Dividen Rp3,65 Triliun
Rabu, 10 Juni 2020 - 14:28 WIB
loading...
Aktivitas penambangan batu bara milik PT Bukit Asam Tbk. Foto/Dok.PTBA
A
A
A
JAKARTA - Bukit Asam (Persero) Tbk pada Rabu ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam RUPST tersebut, emiten dengan kode PTBA itu membagikan dividen sebesar Rp3,65 triliun atau 90% dari total laba bersih perusahaan tahun 2019 sebesar Rp4,1 triliun.
Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin mengatakan, di tengah tren melemahnya harga batu bara, Bukit Asam mampu mencatatkan laba atas kinerja tahun 2019 sebesar Rp4,1 triliun dengan EBITDA sebesar Rp6,4 triliun.
Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp21,2 triliun menjadi Rp21,8 triliun atau sebesar 3% dari tahun sebelumnya.
"Pendapatan ini terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57%, penjualan batu bara ekspor sebesar 41%, dan aktivitas lainnya sebesar 2% yang meliputi penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa," ujar Arviyan dalam video conference, Rabu (10/6/2020).
Arviyan menambahkan, pencapaian laba dan pendapatan ini tentu didukung oleh kinerja operasional perusahaan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumya atau naik menjadi 29,1 juta ton.
Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin mengatakan, di tengah tren melemahnya harga batu bara, Bukit Asam mampu mencatatkan laba atas kinerja tahun 2019 sebesar Rp4,1 triliun dengan EBITDA sebesar Rp6,4 triliun.
Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp21,2 triliun menjadi Rp21,8 triliun atau sebesar 3% dari tahun sebelumnya.
"Pendapatan ini terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57%, penjualan batu bara ekspor sebesar 41%, dan aktivitas lainnya sebesar 2% yang meliputi penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa," ujar Arviyan dalam video conference, Rabu (10/6/2020).
Arviyan menambahkan, pencapaian laba dan pendapatan ini tentu didukung oleh kinerja operasional perusahaan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumya atau naik menjadi 29,1 juta ton.
Lihat Juga :