Covid-19 Melonjak, Pekerja Starbucks di Amerika Mogok
Jum'at, 07 Januari 2022 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, juru bicara perusahaan, Reggie Borges, mengatakan bahwa pada hari Senin (3/1/2022) 20 toko di area Buffalo telah menutup area tempat duduk dan beralih ke take-out saja. Beberapa lagi telah mengurangi jam operasional, untuk mengatasi lonjakan lokal dalam kasus Covid-19 dan kekurangan staf.
"Sepanjang pandemi kami telah memenuhi dan melampaui semua CDC dan pedoman ahli untuk keselamatan, dan kami telah mendukung mitra dengan pembayaran vaksin, hari sakit, dan pembayaran isolasi," kata Borges.
Menurutnya, karyawan di toko tersebut memberikan suara pada 9 Desember untuk bergabung dengan serikat pekerja. Dewan Hubungan Perburuhan Nasional mengesahkan hasil pemilu seminggu kemudian.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 47: Ajaran Kasih Sayang Meski Beda Keyakinan
“Sekarang, karyawan Starbucks di masing-masing toko di enam kota lagi mencari pemilihan untuk memilih apakah akan berserikat," pungkasnya.
"Sepanjang pandemi kami telah memenuhi dan melampaui semua CDC dan pedoman ahli untuk keselamatan, dan kami telah mendukung mitra dengan pembayaran vaksin, hari sakit, dan pembayaran isolasi," kata Borges.
Menurutnya, karyawan di toko tersebut memberikan suara pada 9 Desember untuk bergabung dengan serikat pekerja. Dewan Hubungan Perburuhan Nasional mengesahkan hasil pemilu seminggu kemudian.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 47: Ajaran Kasih Sayang Meski Beda Keyakinan
“Sekarang, karyawan Starbucks di masing-masing toko di enam kota lagi mencari pemilihan untuk memilih apakah akan berserikat," pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :