Tax Amnesty Jilid II: 2.078 Wajib Pajak Ungkap Harta Rp1,04 Triliun

Minggu, 09 Januari 2022 - 21:45 WIB
loading...
Tax Amnesty Jilid II:...
Wajib pajak kian banyak yang mengikuti program tax amnesty jilid II. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak ( DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menjalankan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pajak atau tax amnesty jilid II sejak 1 Januari 2022. Hingga saat ini, sudah ada 2.078 wajib pajak yang ikut program tax amnesty jilid II ini.

Baca juga: Tax Amnesty Jilid II Berjalan Seminggu, Pemerintah Kantongi Tebusan Rp93,9 Miliar

Berdasarkan data dari pajak.go.id, Minggu (9/1/2022), nilai pengungkapan harta yang sudah terdata mencapai Rp1,043 triliun hingga 8 Januari 2022. Jumlah tersebut berasal dari 2.208 surat keterangan.

Untuk jumlah PPh yang dikumpulkan mencapai Rp125,20 miliar. Untuk jumlah deklarasi dari dalam negeri sebesar Rp891,01 miliar. Sedangkan deklarasi dari luar negeri mencapai Rp93,41 miliar.



PPS atau tax amnesty jilid II adalah pemberian kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta.

Pelaporan PPS dapat dilakukan secara online melalui akun wajib pajak di situs djponline.pajak.go.id dalam jangka waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan standar Waktu Indonesia Barat (WIB).

Baca juga: Video Petani Tampar Politisi di Atas Panggung Gegerkan India

Ada dua kriteria wajib pajak yang dapat memanfaatkan PPS, yang pertama adalah wajib pajak peserta tax amnesty dan yang kedua adalah wajib pajak orang pribadi. Waktu pelaksanaan tax amnesty jilid II berakhir pada 30 Juni 2022.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Relaksasi WP Badan Masih...
Relaksasi WP Badan Masih Berlaku, DJP Kantongi 13,4 Juta Pelaporan SPT
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved