Sudah Tersandung Suap Kini Terindikasi Korupsi, Ini Sosok Mantan Bos Garuda Emirsyah Satar

Selasa, 11 Januari 2022 - 18:31 WIB
loading...
Sudah Tersandung Suap...
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Foto/Dok SINDOnews/Sutikno
A A A
JAKARTA - Korupsi di tubuh Garuda Indonesia terus dikuliti. Salah satunya terkait indikasi korupsi pengadaan pesawat ATR-72-600 yang dibeberkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Dia menyebut hal itu terjadi pada masa Emirsyah Satar menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia 2005-2014.

Mantan bos Inter Milan itu juga meyakinkan bahwa korupsi pengadaan pesawat di tubuh maskapai pelat merah itu itu bukan tudingan semata melainkan berdasarkan bukti-bukti hasil investigasi.

Emirsyah sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus korupsi dan pencucian uang. Pada Februari 2021 lalu, lembaga antirasuah mengeksekusi Emirsyah ke Lapas Sukamiskin, Bandung berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Baca juga: Lapor ke Kejagung, Ini Indikasi Korupsi Garuda yang Diungkap Erick Thohir

Sebelum terseret kasus korupsi di Garuda Indonesia, Emirsyah memiliki rekam jejak karir yang cukup gemilang. Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (11/1/2022), Emirsyah Satar merupakan ekonom kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Pelita Air Hadirkan...
Pelita Air Hadirkan Pengalaman Belanja Produk UMKM di Dalam Pesawat
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Mantan Bos Google Sebut...
Mantan Bos Google Sebut AI Bisa Digunakan untuk Membunuh Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved