Kadin Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Jum'at, 14 Januari 2022 - 01:07 WIB
loading...
Kadin Indonesia Berkomitmen...
(Kiri ke kanan) Wakil Sekjen KSPSI Arnold Sihite, Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Presiden DEN KSBSI Elly Rosita Silaban, Presiden KSPSI Andi Gani Nuwa Wea seusai mengadakan pertemuan di Jakarta, Kamis (13/1/2022).
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia bersama serikat pekerja, antara lain Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta Konfederasi Seluruh Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) sepakat membentuk kelompok kerja untuk kesejahteraan buruh yang lebih baik.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/1/2022), Kelompok kerja dikukuhkan setelah digelar diskusi antara Kadin Indonesia yang antara lain diwakili oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, serta perwakilan serikat buruh. Serikat buruh antara lain diwakili Presiden KSPSI Andi Gani Nuwa Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, serta Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.

(Baca juga:Kadin Dukung Dana Sawit untuk Stabilkan Harga Minyak Goreng)

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan komunikasi antara Kadin Indonesia yang merupakan rumah besar bagi para pengusaha dengan buruh yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negeri ini penting untuk dilakukan. Tujuannya antara lain meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kadin Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Tujuannya antara lain meningkatkan produktivitas serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu komunikasi antara Kadin Indonesia bersama serikat pekerja penting untuk dilakukan,” ujar Arsjad Rasjid.

(Baca juga:Tanggapi Perintah Jokowi Soal DMO Batu Bara, Kadin: Mutlak, Tidak Bisa Ditawar)

Hasil dialog dijadikan dasar untuk membuat kelompok kerja antara Kadin Indonesia beserta serikat pekerja. Pembentukan kelompok kerja dikuatkan melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Arsjad Rasjid mengatakan kelompok kerja juga bertujuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan program-program kerja demi meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja.

(Baca juga:Kadin Minta Pemerintah Tinjau Ulang Larangan Ekspor Batu Bara)

Dalam MoU tersebut, antara lain disepakati program pelatihan tingkat nasional. Program tersebut meliputi pelatihan, pemagangan dan sertifikasi yang dilakukan secara bersama antara lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi dan industri.

Selain itu juga disepakati program penyediaan kawasan perumahan, lengkap dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi buruh dan pekerja di kawasan industri. Kadin dan serikat buruh juga sepakat menyusun roadmap yang ramah terhadap pengusaha serta buruh dan berujung pada peningkatkan kesejahteraan semua pihak, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(Baca juga:Kadin DKI: UMP Jakarta Sudah Naik 63,5% dari 2015 hingga 2021)

Andi Gani Nuwa Wea dalam kesempatan yang sama mengatakan permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan tidak hanya bisa diselesaikan melalui unjuk rasa. Ia mengatakan bahwa dialog antara pengusaha beserta buruh juga penting dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan buruh.

“Isu-isu ketenagakerjaan tidak hanya kita selesaikan dengan unjuk rasa besar-besaran. Tapi itu jadi jalan upaya terakhir, ketika saluran komunikasi sudah tersumbat, langkah unjuk rasa kita ambil,” ujar Andi Gani Nuwa Wea.

Said Iqbal menambahkan, rencana pemerintah untuk menjadi ekonomi terbesar nomor 5 tahun 2045 bisa tercapai melalui kerja sama Kadin Indonesia dan serikat buruh. Ia menegaskan, tidak mungkin pertumbuhan ekonomi bisa meningkat tanpa pendistribusian kekayaan dan tanpa peningkatan kesejahteraan buruh.

“Tidak akan pernah mungkin ekonomi jadi besar dalam sebuah negara, tanpa diimbangi kesejahteraan dan redistribusi kekayaan. Kalau kita bicara sejahtera, bagaimana ekonomi tumbuh harus ada faktor penting, yaitu buruh. Pak Arsjad Rasjid sebagai Ketum Kadin beserta jajaran telah mengambil langkah besar itu,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan Adi Mahfudz menambahkan bahwa Kadin Indonesia berharap kerja sama dengan serikat buruh bisa berjalan dengan baik. Ia mengatakan, setiap bulan dan setiap satu semester akan digelar pertemuan untuk membahas perkembangan kerja sama.

“Mudah-mudahan setiap satu bulan sekali dan satu semester sekali kita bertemu membicarakan misi kita bersama,” ujar Adi Mahfudz.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Jaga Kesehatan Keuangan,...
Jaga Kesehatan Keuangan, Kadin Minta Perbankan Beri Keringanan Bunga Utang ke Pengusaha
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved