Kejar Target Produksi 1,8 Juta Ton di 2025, PTPN III Restrukturisasi Bisnis Gula
Jum'at, 14 Januari 2022 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:
Dia menuturkan, restrukturisasi bisnis gula PTPN akan membawa dampak positif bagi ketahanan pangan Indonesia. Holding Perkebunan Nusantara telah memiliki roadmap bisnis gula yang sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai swasembada gula.
Restrukturisasi bisnis gula melalui pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara pun diyakini akan meningkatkan kemandirian gula nasional dan menyejahterakan petani.
“Mewujudkan kesejahteraan petani tebu rakyat merupakan faktor kunci dalam mewujudkan kemandirian gula konsumsi nasional," tuturnya.
Ghani menjelaskan, selama ini sumber pasokan tebu PTPN berasal dari HGU sendiri dan bekerja sama dengan petani rakyat. Dia menyebut produktivitas tebu petani beberapa tahun belakangan ini masih sangat rendah yaitu di bawah 70 ton tebu/ha lantaran rendahnya kualitas bibit dan teknik budidaya serta pengelolaan lahan yang kurang baik, di mana proses bongkar ratoon bisa melebihi 4 tahun.
Baca juga: Kembangkan Bioenergi, PTPN Manfaatkan Cangkang Sawit dan Ampas Tebu untuk Pembangkit Listrik
Kondisi ini menyebabkan tingginya beban pokok petani tebu rakyat dan pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani tebu.
Untuk itu, pada roadmap gula ke depannya, BUMN melalui PTPN dan BUMN pangan dituntut meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan dan pendanaan untuk meningkatan produktivitas, serta minat petani dalam menanam tebu.
Dia menuturkan, restrukturisasi bisnis gula PTPN akan membawa dampak positif bagi ketahanan pangan Indonesia. Holding Perkebunan Nusantara telah memiliki roadmap bisnis gula yang sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai swasembada gula.
Restrukturisasi bisnis gula melalui pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara pun diyakini akan meningkatkan kemandirian gula nasional dan menyejahterakan petani.
“Mewujudkan kesejahteraan petani tebu rakyat merupakan faktor kunci dalam mewujudkan kemandirian gula konsumsi nasional," tuturnya.
Ghani menjelaskan, selama ini sumber pasokan tebu PTPN berasal dari HGU sendiri dan bekerja sama dengan petani rakyat. Dia menyebut produktivitas tebu petani beberapa tahun belakangan ini masih sangat rendah yaitu di bawah 70 ton tebu/ha lantaran rendahnya kualitas bibit dan teknik budidaya serta pengelolaan lahan yang kurang baik, di mana proses bongkar ratoon bisa melebihi 4 tahun.
Baca juga: Kembangkan Bioenergi, PTPN Manfaatkan Cangkang Sawit dan Ampas Tebu untuk Pembangkit Listrik
Kondisi ini menyebabkan tingginya beban pokok petani tebu rakyat dan pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani tebu.
Untuk itu, pada roadmap gula ke depannya, BUMN melalui PTPN dan BUMN pangan dituntut meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan dan pendanaan untuk meningkatan produktivitas, serta minat petani dalam menanam tebu.
Lihat Juga :