Imbauan Luhut: Perkantoran Bisa Diatur Jadi 75% WFO
Minggu, 16 Januari 2022 - 19:54 WIB
loading...
Seiring lonjakan kasus Omicron, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau, perkantoran untuk mengatur jumlah karyawan yang work from office (WHO) menyesuaikan dengan kondisi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Seiring lonjakan kasus Omicron , Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau, perkantoran untuk mengatur jumlah karyawan yang work from office (WFO) menyesuaikan dengan kondisi. Lebih lanjut Luhut menekankan, pemerintah bakal terus melakukan berbagai sejumlah pembatasan sebagai mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus Omicron.
Baca Juga: Luhut: Hanya Orang Sudah 2 Kali Vaksinasi yang Boleh Beraktivitas di Tempat Publik
Menko Luhut mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah tempat atau perkantoran, Pemerintah menghimbau untuk tak harus sepenuhnya bekerja di kantor dan dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
“Kami menghimbau kalau di kantor tak perlu 100 persen ya tak usah 100 persen, yang ada jadi diatur saja. Lihat situasinya, apakah dibuat 75 persen,” kata Menko Luhut dalam Evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).
Untuk evaluasi dan assesment, Menko Luhut menyatakan selama dua minggu kedepan dapat disesuaikan sesuai perusahaannya. “Khususnya kantor, kalau industri saya kira tidak ada masalah. Pemerintah mengimbau terus menghimbau cepat atau lambat kita akan menghadapi kasus Omicron,” urainya.
Baca Juga: Luhut: Hanya Orang Sudah 2 Kali Vaksinasi yang Boleh Beraktivitas di Tempat Publik
Menko Luhut mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah tempat atau perkantoran, Pemerintah menghimbau untuk tak harus sepenuhnya bekerja di kantor dan dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
“Kami menghimbau kalau di kantor tak perlu 100 persen ya tak usah 100 persen, yang ada jadi diatur saja. Lihat situasinya, apakah dibuat 75 persen,” kata Menko Luhut dalam Evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).
Untuk evaluasi dan assesment, Menko Luhut menyatakan selama dua minggu kedepan dapat disesuaikan sesuai perusahaannya. “Khususnya kantor, kalau industri saya kira tidak ada masalah. Pemerintah mengimbau terus menghimbau cepat atau lambat kita akan menghadapi kasus Omicron,” urainya.
Lihat Juga :