Jokowi Mulai Khawatir, Krisis Pangan dan Energi Muncul di Mana-mana

Senin, 17 Januari 2022 - 12:10 WIB
loading...
Jokowi Mulai Khawatir,...
Presiden Jokowi mulai khawatir krisis pangan dan energi mulai terjadi di berbagai negara. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa saat ini dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada situasi dan kondisi sangat sulit. Tantangan global semakin rumit akibat dilanda pandemi hingga berbagai dampak yang ditimbulkan.

"Saat ini di seluruh dunia termasuk Indonesia, betul-betul dihadapkan pada kondisi yang sulit, tidak mudah dan tidak gampang. Sangat sulit," kata Jokowi di acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan, Senin (17/1/2022).



Dia mengatakan pandemi mengakibatkan terjadinya ketidakpastian global yang semakin meningkat. Belum lagi dihadapkan revolusi industri 4.0 dan disrupsi teknologi.

"Keragu-raguan semua pemimpin dalam memutuskan sesuatu. Karena setiap hari bisa berubah, setiap minggu bisa berubah, setiap bulan bisa berubah keadaanya. Selalu tanpa kepastian yang jelas,” ungkapnya.

Ditambah lagi kompleksitas maslaah muncul bertubi-tubi. Di mana sebelumnya tidak terkalkulasi oleh negara manapun. Mulai dari kelangkaan energi, pangan, kenaikan inflasi hingga tingginya harga produksi.

"Kelangkaan energi yang tidak pernah kita hitung muncul di banyak negara. Kelangkaan pangan sudah mulai muncul di beberapa negara. Kelangkaan kontainer yang juga tidak pernah terkalkulasi menyebabkan distribusi logistik semua negara terganggu," ujarnya.

"Dan juga kenaikan inflasi yang tidak pernah kita perkirakan muncul di semua negara. Semua negara takut yang namanya kenaikan inflasi. Juga kenaikan harga produsen. Karena bahan baku naik, ada kenaikan harga produsen. Yang nanti imbasnya akan menyebabkan juga kenaikan harga konsumen," lanjutnya.

Baca Juga: Deg-degan Krisis Listrik, Erick Thohir dan Arifin Tasrif Datangi PLN

Kondisi ini, menurut Jokowi membutuhkan sebuah kepemimpinan global untuk membuat segalanya manjadi pasti. Namun dia mengatakan hal tersebut tidaklah mudah.

"Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan kompleksitas masalah menjadi bermunculan terus menerus. Sehingga diperlukan sebuah kepemimpinan global yang bisa membuat semuanya kembali menjadi pasti. Inilah yang sangat tidak mudah. Dan saat ini kita menjadi keketuaan di negara-negara G20. Negara dengan GDP terbesar di dunia. Inilah yang tadi saya sampaikan sebuah keadaan yang tidak mudah," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved