Larangan Ekspor Bikin Pendapatan BYAN Amblas Rp3,7 Triliun

Senin, 17 Januari 2022 - 18:59 WIB
loading...
Larangan Ekspor Bikin...
Larangan ekspor membuat sejumlah emiten batu bara kehilangan pendapatan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan keadaan kahar yang menimpa perseroan dan anak usahanya kepada Bursa Efek Indonesia ( BEI ). Keadaan itu muncul akibat kebijakan larangan ekspor batu bara .

Baca juga: Tepis Tudingan Anggota DPR, Kuasa Hukum Beberkan Fakta-fakta Bisnis Tan Paulin

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin (17/1/2022), anak usaha BYAN, yakni PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Sakti Prima, PT Firman Ketaun Perkasa, PT Teguh Sinarabadi, dan PT Wahana Baratama Mining kehilangan pendapatan sebesar USD260 juta atau Rp3,7 triliun (kurs Rp14.300) akibat larangan ekspor batu bara yang terjadi di Januari 2022.

Direktur Utama BYAN, Dato Low Tuck Kwong, yang juga sebagai pemilik, memaparkan pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan pelanggan batu bara perseroan untuk melakukan penjadwalan ulang atas pengiriman batu bara yang tidak dapat dikirimkan selama bulan Januari 2022.



“Anak usaha kami telah mengeluarkan pemberitahuan tentang keadaan kahar kepada pembeli batu baranya pada tanggal 13 Januari 2022,” tulis Dato, yang dijuluki sebagai raja batu bara.

Seperti diketahui, larangan ekspor yang dilakukan oleh pemerintah disebabkan adanya laporan dari PT PLN mengenai krisis pasokan batu bara untuk PLTU PLN dan IPP. Jika ekspor batu bara tak dilarang, maka akan berdampak pada pasokan listrik ke masyarakat.

Baca juga: Tolak Tawaran Peran di Film Game of Thrones, Brian Cox: Gajinya Tak Bagus-bagus Amat

Kehilangan pendapatan BYAN selama Januari ini setara dengan 51,89% pendapatannya di kuartal I-2021 yang mencapai USD501,03 juta.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Berita Terkini
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved