Hasil Panen Melimpah Saat Pandemi, SYL Apresiasi Para Petani
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:56 WIB
loading...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi kerja keras para petani di seluruh Indonesia. SYL menilai petani sukses melakukan cocok tanam musim tanam pertama dengan peningkatan produksi yang luar biasa.
"Di saat pandemi Covid-19 melemahkan semua sendi-sendi perekonomian, sektor pertanian menjadi penyelamat dengan hasil panen yang luar biasa dan mampu memberi makan yang cukup bagi masyarakat Indonesia," ujar SYL dalam Rapat Koordinasi akselerasi pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2020 di Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Ia mengatakan, berdasarkan data yang ada, stok beras akhir bulan Juni mencapai 7,49 juta ton. Angka tersebut sudah termasuk dalam hitungan stok hingga akhir Desember 2020 yang mencapai 6,1 juta ton.
Sebagai informasi, pada masa tanam (MT) 1 luas tanam Oktober-Maret mencapai 6,07 juta hektar dengan luas panen dari Januari-Juni sekitar 5,83 juta ha. Dari luasan tersebut, para petani mampu memproduksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 29,02 juta ton dan menghasilkan beras murni sebanyak 16,65 juta ton atau senilai Rp168 triliun.
"Apapun yang terjadi besok, yang tidak boleh bersoal adalah pangan masyarakat. Musim tanam 1, kita berhasil disitu dan hanya Kementan yang produktivitas ekspornya naik diatas 12,6%," katanya. Baca: Produk Impor Akan Dibatasi Menperin Demi Selamatkan Industri Lokal
"Di saat pandemi Covid-19 melemahkan semua sendi-sendi perekonomian, sektor pertanian menjadi penyelamat dengan hasil panen yang luar biasa dan mampu memberi makan yang cukup bagi masyarakat Indonesia," ujar SYL dalam Rapat Koordinasi akselerasi pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2020 di Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Ia mengatakan, berdasarkan data yang ada, stok beras akhir bulan Juni mencapai 7,49 juta ton. Angka tersebut sudah termasuk dalam hitungan stok hingga akhir Desember 2020 yang mencapai 6,1 juta ton.
Sebagai informasi, pada masa tanam (MT) 1 luas tanam Oktober-Maret mencapai 6,07 juta hektar dengan luas panen dari Januari-Juni sekitar 5,83 juta ha. Dari luasan tersebut, para petani mampu memproduksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 29,02 juta ton dan menghasilkan beras murni sebanyak 16,65 juta ton atau senilai Rp168 triliun.
"Apapun yang terjadi besok, yang tidak boleh bersoal adalah pangan masyarakat. Musim tanam 1, kita berhasil disitu dan hanya Kementan yang produktivitas ekspornya naik diatas 12,6%," katanya. Baca: Produk Impor Akan Dibatasi Menperin Demi Selamatkan Industri Lokal
Lihat Juga :