160 Juta Orang Jatuh Miskin Akibat Pandemi, Tapi Harta Orang Kaya Naik 2 Kali Lipat
Rabu, 19 Januari 2022 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan selama krisis global, sistem ekonomi kita yang tidak adil berhasil memberikan rezeki nomplok yang menggiurkan bagi orang terkaya tetapi gagal melindungi yang termiskin," kata Sriskandarajah.
Dia mengatakan para pemimpin politik sekarang memiliki kesempatan bersejarah untuk mendukung strategi ekonomi yang lebih berani untuk "mengubah arah mematikan yang sedang kita hadapi".
Baca Juga: Jokowi Kejar Indonesia 0% Kemiskinan Ekstrem di 2024
Menurutnya hal itu harus mencakup rezim pajak yang lebih progresif, yang memberlakukan pungutan lebih tinggi pada modal dan kekayaan. Lalu dengan pendapatan yang dihabiskan untuk "perawatan kesehatan universal yang berkualitas dan perlindungan sosial untuk semua," kata Sriskandarajah.
Oxfam juga menyerukan, agar hak kekayaan intelektual pada vaksin Covid-19 dibebaskan untuk memungkinkan produksi yang lebih luas dan distribusi lebih cepat.
Awal bulan ini presiden Bank Dunia, David Malpass menyuarakan, keprihatinannya atas melebarnya ketidaksetaraan global, dengan alasan dampak inflasi dan langkah-langkah untuk mengatasinya kemungkinan akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada negara-negara miskin.
"Prospek negara-negara yang lebih lemah masih akan jatuh lebih jauh dan lebih dalam ke belakang," kata David.
Dia mengatakan para pemimpin politik sekarang memiliki kesempatan bersejarah untuk mendukung strategi ekonomi yang lebih berani untuk "mengubah arah mematikan yang sedang kita hadapi".
Baca Juga: Jokowi Kejar Indonesia 0% Kemiskinan Ekstrem di 2024
Menurutnya hal itu harus mencakup rezim pajak yang lebih progresif, yang memberlakukan pungutan lebih tinggi pada modal dan kekayaan. Lalu dengan pendapatan yang dihabiskan untuk "perawatan kesehatan universal yang berkualitas dan perlindungan sosial untuk semua," kata Sriskandarajah.
Oxfam juga menyerukan, agar hak kekayaan intelektual pada vaksin Covid-19 dibebaskan untuk memungkinkan produksi yang lebih luas dan distribusi lebih cepat.
Awal bulan ini presiden Bank Dunia, David Malpass menyuarakan, keprihatinannya atas melebarnya ketidaksetaraan global, dengan alasan dampak inflasi dan langkah-langkah untuk mengatasinya kemungkinan akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada negara-negara miskin.
"Prospek negara-negara yang lebih lemah masih akan jatuh lebih jauh dan lebih dalam ke belakang," kata David.
(akr)
Lihat Juga :