Perempuan Down Syndrome Sukses Jadi CEO, Pendapatannya Belasan Miliar Rupiah
Rabu, 19 Januari 2022 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Collettey's Cookies, yang dijalankan di Boston, didirikan pada tahun 2016 dan telah menghasilkan pendapatan lebih dari USD1 juta (Rp14,3 miliar/kurs Rp14.300) selama lima tahun terakhir. Tak cuma berbisnis, Divitto juga seorang penulis dua buku anak-anak yang ditampilkan dalam dokumenter "Born for Business". Buku-buku itu berisi tentang wirausahawan penyandang disabilitas, dan menjalankan organisasi nirlaba.
"Ada banyak hal menakjubkan yang terjadi," kata Divitto tentang peluang yang datang padanya. Dia mengatakan bagian favoritnya dalam menjalankan bisnisnya adalah mempekerjakan penyandang disabilitas.
Collettey's Leadership Org, organisasi nirlaba yang didirikannya, membantu penyandang disabilitas mempersiapkan karier mereka, dengan menawarkan lokakarya dan pendampingan. Persentase laba hasil dari Collettey's Cookies, yang dikirimkan secara nasional dan ke Kanada, digunakan untuk mendanainya.
Berdasarkan data, pada tahun 2020 hanya 17,9% penyandang disabilitas yang bekerja. Tetapi Divitto percaya banyak yang ingin bekerja. Sayangnya, ketika para penyandang disabilitas bekerja, undang-undang federal tidak mengharuskan majikan untuk membayar mereka upah minimum.
Itu berarti perusahaan dapat membayar penyandang disabilitas berapa pun yang menurut mereka layak. Situasi itulah yang kemudian coba diubah oleh Divitto.
"Ada banyak hal menakjubkan yang terjadi," kata Divitto tentang peluang yang datang padanya. Dia mengatakan bagian favoritnya dalam menjalankan bisnisnya adalah mempekerjakan penyandang disabilitas.
Collettey's Leadership Org, organisasi nirlaba yang didirikannya, membantu penyandang disabilitas mempersiapkan karier mereka, dengan menawarkan lokakarya dan pendampingan. Persentase laba hasil dari Collettey's Cookies, yang dikirimkan secara nasional dan ke Kanada, digunakan untuk mendanainya.
Berdasarkan data, pada tahun 2020 hanya 17,9% penyandang disabilitas yang bekerja. Tetapi Divitto percaya banyak yang ingin bekerja. Sayangnya, ketika para penyandang disabilitas bekerja, undang-undang federal tidak mengharuskan majikan untuk membayar mereka upah minimum.
Itu berarti perusahaan dapat membayar penyandang disabilitas berapa pun yang menurut mereka layak. Situasi itulah yang kemudian coba diubah oleh Divitto.
Lihat Juga :