Asita Sesalkan Pemindahan Satu Agenda G20 dari Bali
Kamis, 20 Januari 2022 - 15:37 WIB
loading...
Pemerintah memindahkan lokasi pertemuan jalur keuangan G20 dari Bali ke Jakarta. Foto/Ilustrasi/Kemenkeu
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ( Asita ) menyesalkan keputusan pemerintah yang membatalkan salah satu agenda G20 di Bali dan memindahkannya ke Jakarta. Agenda yang batal digelar di Bali itu adalah pertemuan G20 bidang finance track atau jalur keuangan.
Baca juga: Omicron Menggila, Lokasi Forum Keuangan G20 Pindah dari Bali ke Jakarta
Wakil Ketua Umum Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan, Bali merupakan tempat yang tepat untuk penyelenggaraan bagian dari event terbesar itu. Sebab mayoritas masyarakat Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai backbone ekonomi merasa ada sedikit harapan untuk mulai pulih kembali dengan agenda tersebut.
"Saya juga tidak tahu alasan dibatalkan. Soalnya menurut saya di Bali sudah paling ideal, karena bisa juga membantu kawan-kawan kita para pelaku pariwisata di Bali yang sangat terdampak," ujarnya kepada MNC Portal, Kamis (20/1/2022).
Jika melihat alasan dibatalkannya penyelenggaraan di Bali karena sebaran varian Omicron, maka sebetulnya sama saja. Ancaman itu bisa diantisipasi dengan penambahan pengetatan protokol kesehatan.
"Emang kalau di Jakarta tidak Omicron, emang Omicron milih tempat, kan tidak," sambungnya.
Baca juga: Omicron Menggila, Lokasi Forum Keuangan G20 Pindah dari Bali ke Jakarta
Wakil Ketua Umum Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan, Bali merupakan tempat yang tepat untuk penyelenggaraan bagian dari event terbesar itu. Sebab mayoritas masyarakat Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai backbone ekonomi merasa ada sedikit harapan untuk mulai pulih kembali dengan agenda tersebut.
"Saya juga tidak tahu alasan dibatalkan. Soalnya menurut saya di Bali sudah paling ideal, karena bisa juga membantu kawan-kawan kita para pelaku pariwisata di Bali yang sangat terdampak," ujarnya kepada MNC Portal, Kamis (20/1/2022).
Jika melihat alasan dibatalkannya penyelenggaraan di Bali karena sebaran varian Omicron, maka sebetulnya sama saja. Ancaman itu bisa diantisipasi dengan penambahan pengetatan protokol kesehatan.
"Emang kalau di Jakarta tidak Omicron, emang Omicron milih tempat, kan tidak," sambungnya.
Lihat Juga :