Polemik Kenaikan Tarif KRL, Jubir Kemenhub Tampung Keluhan Masyarakat

Jum'at, 21 Januari 2022 - 08:17 WIB
loading...
Polemik Kenaikan Tarif...
Penumpang KRL menunggu di stasiun. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Wacana kenaikan tarif KRL Commuter Line menjadi Rp5.000 mulai bulan April 2022 dari sebelumnya Rp3.000 menuai kontroversi di sejumlah kalangan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, terkait rencana kenaikan tersebut pihaknya masih mendengar sejumlah masukan dan tanggapan dari masyarakat.

"Jadi dengan adanya polemik wacana naiknya harga KRL. Artinya kami sebenarnya dari pemerintah (Kemenhub) telah mendengarkan apa yang menjadi tanggapan dari masyarakat, tentu kita tidak tutup telinga,” kata ujarnya dalam Instagram Live, dikutip Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Dikabarkan Naik, Segini Besaran Tarif KRL Terbaru

Sebagai pemerintah dan regulator, sambung Adita, pihaknya senantiasa mendengar semua masukan dan keluhan dari masyarakat selaku pengguna jasa terutama di masa pandemi Covid-19.

“Kenaikan tarif ini juga bertujuan demi kebaikan masyarakat sebagai pengguna. Sebab, pemerintah juga butuh dana untuk tetap bisa memberikan pelayanan yang baik, tapi dengan tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan keterjangkauan masyarakat dalam siatuasi saat ini,” paparnya.

Baca juga: Mahasiswi UI Tewas Tertabrak KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Cina

Menurut Adita, sejumlah layanan operasional KRL saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, baik itu yang berupa sarana fisik maupun program dan layanan lain.

"Inovasi-inovasi yang memudahkan ini misalnya digitalisasi, integrasi sistem, itu kan juga sebenarnya bagian dari tarif yang dibayarkan dan sekarang banyak inovasinya," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Rekomendasi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved