alexametrics

Visi tentukan prestasi

loading...
Visi tentukan prestasi
ilustrasi Foto: Corbis
A+ A-
ANDA mungkin sangat familiar dengan tuntunan untuk berani bermimpi, karena dengan impian itulah sebuah cita-cita akan teraih. Pesan itu yang setidaknya muncul dalam sebuah film fenomenal Laskar Pelangi.

Sebuah kisah yang tak hanya terinspirasi oleh kisah hidup, melainkan juga mampu menginspirasi kehidupan orang lain. Hal senada juga terjadi dalam kehidupan bisnis di Tanah Air. Sejumlah perusahaan besar ternyata tercipta dari kekuatan visi para anak bangsa. Selain bermimpi akan kehidupan yang lebih baik, para pebisnis domestik senantiasa menekankan arti pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Alhasil, pola tersebut mampu membuka begitu banyak lapangan kerja.

Tak hanya itu, berbagai program kerja sama dengan dunia pendidikan juga telah mampu menghasilkan pengetahuan tepat guna, yang langsung berdampak positif pada dunia bisnis di Tanah Air. Semangat dan keberanian bermimpi sebenarnya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan bangsa ini.



Sejenak mari kita mencermati betapa tingginya komitmen para pendiri bangsa dalam meraih kemerdekaan. Tekanan kehidupan kolonial ternyata tidak mampu melemahkan komitmen mereka untuk meraih sebuah kebebasan yang hakiki. Alhasil dengan makin banyaknya rakyat yang menjunjung komitmen tersebut maka kemerdekaan pun mampu diraih.

Semangat yang sama tentunya berlaku hingga saat ini. Sengitnya pertarungan di dunia bisnis pascapasar bebas hendaknya mampu dimenangkan dengan sebuah komitmen bersama dalam menggapai cita-cita. Nah untuk itu ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Diawali dengan memahami kekuatan magis sebuah visi. Sadarkah anda bahwa ada banyak cara pikir yang berakibat pada melemahnya komitmen organisasi dalam mencapai visi. Sebut saja ketika seorang pemimpin menyatakan: bermimpilah tapi yang dapat diraih, atau pandangan jangan naif saat bermimpi.

Bila dicermati dengan bijak,pandangan tersebut secara otomatis telah mengerdilkan organisasi. Dalam sejumlah penelitian di bidang organisasi terungkap bahwa keberanian pemimpin dalam menentukan visi jangka panjang didasari oleh kekuatan internal yakni preferensi organisasi dalam mengambil risiko. Coba bayangkan bila sebuah organisasi seharusnya telah dapat memasuki pangsa pasar ekspor.Namun karena manajemen memandang bahwa produk tersebut belum sepenuhnya sempurna, maka diputuskan untuk menunda aktivitas tersebut.

Sekilas kita mungkin menyimpulkan tak ada yang salah dengan keputusan tersebut. Tetapi, bukankah anak kalimat sebelumnya seharusnya telah dapat memasuki pangsa pasar ekspor memberikan sejuta makna? Cara pandang bahwa internal perusahaanlah yang layak menilai siap tidaknya sebuah produk go international sebenarnya telah mengerdilkan visi perusahaan. Ini saatnya bagi perusahaan domestik untuk tidak melihat kesempurnaan (dari sisi internal) sebagai sebuah elemen utama.

Tak selamanya kesempurnaan akan membawa keberuntungan bagi perusahaan, terlebih jika pihak eksternal tidak dapat menangkap pesan tersebut. Selama ada pasar (baca: permintaan) maka di situlah potensi untuk meraih visi terbuka luas. Dengan demikian, paham internal dalam menciptakan visi kini telah bergeser pada eksternalitas.

Pada pandangan ini internal organisasi tidak lagi berkuasa dalam menciptakan visi, melainkan kekuatan faktor-faktor eksternal. Tak hanya pasar namun potensi pertumbuhan pasarlah yang akan mendikte perusahaan dalam menciptakan visi. Artinya, jika kekuatan eksternal yang menentukan arah visi perusahaan, maka mereka pulalah yang menentukan kriteria keberhasilan manajemen di masa depan. Dengan kata lain, pasar masa depanlah yang akan menjadi juri bagi kinerja perusahaan.

Sadar atau tidak, melalui pola tersebut niscaya organisasi akan terus bertumbuh seiring dengan pola pertumbuhan pasarnya. Kini tinggal bagaimana kekuatan komitmen dari segenap anggota organisasi atas visi tersebut. Semakin kuat komitmennya maka makin luaslah potensi perusahaan dalam meraih prestasi di masa depan. Selamat berefleksi, sukses menyertai Anda!

ARIES HERU PRASETYO
Ketua Program Sarjana PPM School of Management
(and)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak