Bekerja 2 Jam Sehari, Wanita 24 Tahun Ini Hasilkan Rp122 Juta per Bulan

Jum'at, 21 Januari 2022 - 21:11 WIB
loading...
Bekerja 2 Jam Sehari,...
Wanita berusia 24 tahun ini akhirnya menemukan kebebasan finansial setelah tempat terdampak Pandemi Covid-19 untuk membuatnya kehilangan pekerjaan sebagai pelayan restoran dan personal training. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Ketika Pandemi Covid-19 melanda dunia, wanita berusia 24 tahun ini kehilangan pekerjaan sebagai pelayan restoran dan personal training. Lalu kemudian, Ia memutuskan untuk mengambil risiko dengan membangun bisnis kebugaran online yang selalu menjadi mimpinya.

Ia menawarkan program kebugaran dalam 90 hari, mencakup latihan khusus serta pola makan, bersama dengan sesi pelatihan mingguan melalui Zoom. Lewat bisnis tersebut, Ia mampu menghasilkan sekitar USD1.000 hingga USD2.000 per bulan yang setara dengan Rp28,59 juta (Kurs Rp14.295 per USD) dan menambah penghasilan dengan tabungan serta stimulus Covid yang didapatnya.

Baca Juga: Pemasaran Berbasis Digital, Pelaku Usaha Sering Lupakan Pengalaman Pelanggan

Tapi hal itu mengharuskan Ia bekerja 10 jam sehari dan membuatnya terbakar habis. Jadi setelah satu tahun mencoba, Ia memutuskan untuk berpisah dengan bisnis kebugaran dan menemukan cara lain untuk menghasilkan uang.

Selama berbulan-bulan, wanita bernama Shannon Smith itu kemudian mempelajari Afiliasi Pemasaran , dimana ada orang yang dibayar dengan komisi oleh peritel online karena mempromosikan layanan atau produk mereka. Lalu Ia membuat umpan lewat media sosial TikTok.

Apa itu Afiliasi Pemasaran? sebagai informasi itu adalah model pemasaran di mana perusahaan memberi kompensasi kepada pihak pemasar untuk memasarkan produk atau layanan perusahaan. Lalu apa bedanya dengan model pemasaran lainnya, pemasaran afiliasi artinya perusahaan membayar afiliasi per produk yang berhasil dijual atau per klik atau per tayangan jika pemasaran dilakukan secara online.

Pemasaran digital, analitik, dan cookie telah membuat pemasaran afiliasi menjadi industri bernilai miliaran dollar AS. Sebab, dengan adanya website dan media sosial membuat pemasaran afiliasi lebih luas jangkauannya.

Lalu kembali lagi kepada Shannon Smith, Ia mengaku awalnya skeptis dengan tetap berjalan karena berpikir tidak ada ruginya jika terus melakukannya. Selanjutnya Ia mengambil kursus online yang menyakinkan dirinya bahwa pemasaran afiliasi bisa menjadi model bisnis yang berharga, jadi Ia melakukannya dengan total.

Dikutip dari CNBC, pada bulan Juli 2021, Shannon menggunakan akun TikTok dan Instagram untuk memasarkan produk afiliasi. Ia mulai memposting beberapa kali sehari, memberikan tips tentang cara memulai kerja sampingan, mendapatkan penghasilan pasif, dan membuat tetap eksis secara online. Sementara itu, Ia mempromosikan produk dan program bisnis yang potensial.

Baca Juga: Profesional Industri Periklanan Didapuk Jadi Direktur Pemasaran InJourney

Pada bulan Oktober, Shannon Smith, telah mengumpulkan 43.000 followers di TikTok, untuk menjadi platform terbesar dirinya. Sejak itu, Shannon telah menghasilkan rata-rata USD8.600 per bulan yang jika dirupiahkan setara dengan Rp122,93 juta sebagai pendapatan pasif (alias komisi dari posting afiliasi, termasuk postingan lama dalam beberapa bulan terakhir).

"Jika Anda mengatakan kepada saya setahun yang lalu bahwa saya bisa melakukan apa yang saya sukai, membuat konten yang bermanfaat langsung dari ponsel saya dan bekerja hanya dua jam sehari. Saya akan tertawa," ujar Shannon Smith yang kini menjadi pemasar afiliasi secara penuh serta rutin memberikan edukasi kepada orang lain tentang bagaimana cara menghasilkan uang secara online lewat media TikTok.

Kini Ia mengaku mempunyai kebebasan waktu yang selalu diinginkannya. "Pada usia 24 tahun, saya bisa pindah ke apartemen yang indah di New York City, saya sering bepergian, dan hidup saya tidak lagi berputar di sekitar pekerjaan," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Mengubah Kekecewaan...
Mengubah Kekecewaan Pelanggan Menjadi Kerajaan Bisnis Payung Kelas Dunia
DADA Ungkap Strategi...
DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI
Pekerja Muda Beralih...
Pekerja Muda Beralih ke Peluang Usaha Minim Risiko demi Stabilitas Finansial
Perkuat Ekosistem Pemasaran...
Perkuat Ekosistem Pemasaran Nasional lewat Sinergi AI Indonesia dan MCorp
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Belanja Modern, AQUA Inspired Shop Diluncurkan di Atria MOI 
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, Plenty Bidik Para Ibu Modern
Apakah INNISFREE Tutup?...
Apakah INNISFREE Tutup? Cek Fakta, Brand Ini Beralih ke Online dan Retailer Resmi
Peluncuran Buku The...
Peluncuran Buku The Man Who Said Yes, Mengubah Ketidakpastian Menjadi Kesuksesan
Rekomendasi
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
Gaji Pokok Tentara Pakistan,...
Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta Per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved