Kinerja Ekspor Indonesia Diyakini Bakal Naik Meski Dihantam Pandemi
Kamis, 11 Juni 2020 - 16:42 WIB
loading...
Kinerja ekspor Indonesia diyakini akan membaik dan naik meski dihantam pandemi corona. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto, tetap optimistis kinerja ekspor tahun ini bisa membaik meski dihantam pandemi virus corona baru alias covid-19. Optimisme tersebut melihat data neraca perdagangan pada Januari-April 2020 yang tercatat surplus sebesar USD2,25 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang defisit USD2,35 miliar.
"Saya optimis ekspor kita bisa meningkat walaupun pertumbuhan ini agak turun sedikit. Ada beberapa komoditas ekspor yang fokus kita tingkatkan karena bagaimanapun juga permintaan indeksnya sudah meningkat dan ini rebound," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Baca Juga: PKK Sulsel Inisiasi Program Pengembangan Talas Satoimo
Mendag melanjutkan ekspor nonmigas pada periode Januari-April 2020 masih mengalami penguatan meskipun sedang dilanda pandemi Covid-19. Menurut dia, kenaikan ekspor pada empat bulan pertama ini disebabkan oleh adanya kenaikan harga ekspor Indonesia secara agregat karena adanya beberapa permintaan terhadap produk ekspor.
"Hal ini juga ditunjukkan oleh volume ekspor yang mengalami penurunan 6,6% baik penurunan volume ekspor migas sebesar 3,7% maupun penurunan ekspor nonmigas sebesar 6,7%," tuturnya.
"Saya optimis ekspor kita bisa meningkat walaupun pertumbuhan ini agak turun sedikit. Ada beberapa komoditas ekspor yang fokus kita tingkatkan karena bagaimanapun juga permintaan indeksnya sudah meningkat dan ini rebound," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2020).
Baca Juga: PKK Sulsel Inisiasi Program Pengembangan Talas Satoimo
Mendag melanjutkan ekspor nonmigas pada periode Januari-April 2020 masih mengalami penguatan meskipun sedang dilanda pandemi Covid-19. Menurut dia, kenaikan ekspor pada empat bulan pertama ini disebabkan oleh adanya kenaikan harga ekspor Indonesia secara agregat karena adanya beberapa permintaan terhadap produk ekspor.
"Hal ini juga ditunjukkan oleh volume ekspor yang mengalami penurunan 6,6% baik penurunan volume ekspor migas sebesar 3,7% maupun penurunan ekspor nonmigas sebesar 6,7%," tuturnya.
Lihat Juga :