Berdiri di Masa Krisis Keuangan, BPR Hasamitra Tangguh Hadapi Pandemi
Senin, 24 Januari 2022 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
"Hasamitra itu mengelola uang masyarakat sekitar Rp2 triliun lebih, saya sendiri dengan pemegang saham hanya sekitar Rp300 miliar jadi uang masyarakat jauh lebih besar," ungkap Yonggris yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama BPR Hasamitra.
Lanjut dia, karena porsi uang masyarakat yang dikelola jauh lebih besar, maka diharapkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melindungi dana tersebut. Salah satunya dengan melindungi bank sebagai pengelola melalui kebijakan yang dikeluarkan sehingga operasional berjalan jujur, serta taat asas dan aturan.
Baca juga:Di Tengah Pandemi, Aset BPR Hasamitra Mampu Tumbuh 8%
Pada tahun 2019, saat Indonesia kembali dihantam krisis akibat pandemi Covid-19, BPR Hasamitra tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bahkan setelah hampir dua tahun dilanda pandemi, BPR Hasamitra tetap tangguh. Hal itu terlihat dari kinerja perusahaan yang mampu tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tercatat, hingga Oktober 2021, aset BPR Hasamitra meningkat menjadi Rp2,63 triliun, tumbuh 8,37% secara year on year (YoY) dari Rp2,45 triliun pada tahun 2020. Selanjutnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1,92 triliun, tumbuh dari Rp1,67 triliun pada periode yang sama tahun 2020 lalu.
Adapun penyaluran kredit juga masih positif, yaitu mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 3,69 YoY dengan Non Perfoarming Loan (NPL) yang masih terjaga di angka 0,28%. Meski komposisi kredit yang disalurkan masih didominasi konsumtif. Produktif hanya berkontribusi sekitar 12% saja.
Baca juga:LPS Tak Sekadar Menjamin, Tapi Juga Memberi Ketenangan
Pada tahun 2022 ini, Yonggris mengaku BPR Hasamitra optimistis mampu kembali menorehkan performa yang positif. Hal ini berdasarkan sejumlah indikator, salah satunya konsumsi masyarakat yang sudah mulai tinggi, tentunya akan berdampak pada perbankan dan perputaran roda ekonomi.
Lanjut dia, karena porsi uang masyarakat yang dikelola jauh lebih besar, maka diharapkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melindungi dana tersebut. Salah satunya dengan melindungi bank sebagai pengelola melalui kebijakan yang dikeluarkan sehingga operasional berjalan jujur, serta taat asas dan aturan.
Baca juga:Di Tengah Pandemi, Aset BPR Hasamitra Mampu Tumbuh 8%
Pada tahun 2019, saat Indonesia kembali dihantam krisis akibat pandemi Covid-19, BPR Hasamitra tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bahkan setelah hampir dua tahun dilanda pandemi, BPR Hasamitra tetap tangguh. Hal itu terlihat dari kinerja perusahaan yang mampu tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tercatat, hingga Oktober 2021, aset BPR Hasamitra meningkat menjadi Rp2,63 triliun, tumbuh 8,37% secara year on year (YoY) dari Rp2,45 triliun pada tahun 2020. Selanjutnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1,92 triliun, tumbuh dari Rp1,67 triliun pada periode yang sama tahun 2020 lalu.
Adapun penyaluran kredit juga masih positif, yaitu mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 3,69 YoY dengan Non Perfoarming Loan (NPL) yang masih terjaga di angka 0,28%. Meski komposisi kredit yang disalurkan masih didominasi konsumtif. Produktif hanya berkontribusi sekitar 12% saja.
Baca juga:LPS Tak Sekadar Menjamin, Tapi Juga Memberi Ketenangan
Pada tahun 2022 ini, Yonggris mengaku BPR Hasamitra optimistis mampu kembali menorehkan performa yang positif. Hal ini berdasarkan sejumlah indikator, salah satunya konsumsi masyarakat yang sudah mulai tinggi, tentunya akan berdampak pada perbankan dan perputaran roda ekonomi.
Lihat Juga :