Keterbatasan SDM Jadi Kendala Indonesia Kelola Energi Nuklir

Senin, 24 Januari 2022 - 22:05 WIB
loading...
Keterbatasan SDM Jadi Kendala Indonesia Kelola Energi Nuklir
SDM Indonesia yang mumpuni di bidang nuklir masih terbatas. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto meminta agar Indonesia bisa memaksimalkan seluruh energi yang ada, termasuk nuklir . Menurut Sugeng, energi adalah kebutuhan dasar bagi rakyat Indonesia. Semakin bertambahnya penduduk, kebutuhan energi nasional juga terus meningkat.

Baca juga: Fix! Pemerintah Pilih Bangka-Belitung dan Kalimantan untuk Lokasi PLTN

“Diperlukan strategi yang baik guna menyiapkan kebutuhan energi di masa depan, salah satunya melalui bauran energi,” ungkap Sugeng dikutip dari laman resmi DPR, Senin (24/1/2022).

Sugeng mengatakan, disusunnya Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT), seluruh potensi energi, termasuk nuklir perlu dimaksimalkan. Upaya itu bertujuan memperoleh keadilan energi bagi masa depan, bukan hanya ketersediaan energi.

“Kita perlu bersiap, dengan kapasitas nasional yang kita miliki, kita mampu mewujudkan UU Energi Baru dan Terbarukan,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia mendorong BRIN untuk bisa menciptakan atau mengikuti perkembangan teknologi, agar bisa memproduksi energi dengan biaya yang lebih murah, serta menyiapkan SDM anak bangsa yang mampu mengoperasikan nuklir.



“Saya menyadari, salah satu kendala yang dihadapi Indonesia adalah keterbatasan SDM yang mumpuni dalam mengelola nuklir ke depan,” ungkap Rico.

Merespons persoalan tersebut, Plt. Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Yan Riyanto memaparkan, terkait kesiapan BRIN dalam mendukung terwujudnya PLTN di Indonesia, pihaknya membuka peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pendidikannya melalui skema magang di reaktor nuklir BRIN dan menjadi asisten riset.

“BRIN juga akan melakukan modernisasi ketenaganukliran yang ada. Tahap satu adalah melengkapi fasilitas laboratotium dan tahap selanjutnya, yaitu revitalisasi reaktor,” terang Yan.

Di sisi lain, Plt. Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Agus Sumaryanto menyampaikan kesiapan BRIN dalam mengembangkan riset ketenaganukliran di Indonesia. Agus menjelaskan, saat ini BRIN memiliki tiga reaktor nuklir dan pengelolaan limbah nuklir juga sudah mampu dilakukan.

Baca juga: Bikin Juri X Factor Indonesia Merinding, Roby Gultom Malah Dapat PR

"Fasilitas tersebut ditunjang pula dengan peralatan yang dapat digunakan untuk pengujian bahan bakar PLTN, material, dan lainnya," katanya.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1837 seconds (10.55#12.26)