Saling Lengkapi, Erick Thohir: ID Food dan Bulog Makmurkan Petani dan Nelayan

Rabu, 26 Januari 2022 - 19:49 WIB
loading...
Saling Lengkapi, Erick Thohir: ID Food dan Bulog Makmurkan Petani dan Nelayan
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan ID Food dan Perum Bulog saling melengkapi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa Holding BUMN Pangan (ID Food) dan Perum Bulog saling melengkapi. Kedua perusahaan milik negara itu meski memiliki peran berbeda namun bertujuan sama, yakni memakmurkan masyarakat dengan menyeimbangkan harga pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku utama industri pangan.

Erick menyebutkan, ID Food disiapkan untuk bisa menyerap dan memasarkan hasil pangan petani dan nelayan. Sementara, Bulog ditugaskan untuk menjadi stabilisator harga pangan. "Jadi Bulog itu sebagai stabilisator, di mana Bulog mengintervensi ketika ada harga naik," papar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Bulog Tak Masuk Holding BUMN Pangan, Ternyata Ini Alasan Erick Thohir

Dia menambahkan, selain untuk mengintervensi pasar ketika harga pangan melambung, Bulog juga berperan untuk menyerap hasil pangan dan disimpan di cold storage atau tempat penyimpanan. Selanjutnya, ID Food akan menjalankan perannya dalam memasarkannya.

"Lalu ID Food, ini dibentuk fungsinya untuk fokus yang di market. Jadi beda dengan Bulog yang stabilisator, ini justru yang market," sambung Erick.

ID Food terdiri dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai induk holding dan beranggotakan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam.



Baca Juga: Mutasi Polri, Teman Satu Angkatan Kapolri Ini Kariernya Moncer

Erick menjelaskan, BUMN sektor pangan di bawah ID Food tersebut nanti akan banyak berperan sebagai penjamin pembelian hasil pertanian dari petani lokal. Selain itu, mereka juga akan mendampingi para petani dan nelayan lokal untuk meningkatkan kualitas produk.

"Hal-hal ini yang coba kami lakukan, jadi peran daripada BUMN pangan kita ini offtaker, tidak lagi menyaingi nelayan atau petani yang ada di bawah," tegas Erick.

Karena itu, jelas Erick, sejak awal Bulog tak masuk dalam bagian ID Food. "Jadi ini konteksnya yang berbeda antara Bulog dan Holding BUMN Pangan. Satu lebih ke market oriented, dan yang satu sebagai lebih ke stabilitator pangan," pungkasnya.
(fai)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.9912 seconds (11.210#12.26)