Krisis Pangan di Indonesia Makin Mengkhawatirkan, Bulog Ungkap Penyebabnya
Rabu, 31 Juli 2024 - 16:19 WIB
loading...
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengungkap, ada beberapa hal yang membuat Indonesia berada di pinggir jurang krisis pangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ancaman krisis pangan terus menghantui banyak negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya bahan pangan, namun isu krisis pangan semakin hari makin mengkhawatirkan.
Baca Juga: Perindo Soroti Impor Pangan yang Melonjak Tembus Rp223 Triliun
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengungkap, ada beberapa hal yang membuat Indonesia berada di pinggir jurang krisis pangan. Pertama adalah perubahan iklim yang menghambat pertumbuhan tanaman pangan hingga menyebabkan penurunan produksi pertanian.
Kemudian yang kedua adalah karena kondisi tanah di Indonesia yang semakin hari semakin kehilangan tingkat kesuburannya lantaran eksploitasi yang tinggi. Kondisi ini menurut Bayu terjadi di banyak lahan pertanian terutama di Pulau Jawa.
"Masalah terbesar dalam konteks ini adalah kondisi tanah yang kehilangan tingkat kesuburannya. Di tunjukan oleh badan riset bahwa c-organik tanah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang berada di ambang batas 2% itu jumlahnya sangat banyak," kata Dirut Bulog , Bayu di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga: Perindo Soroti Impor Pangan yang Melonjak Tembus Rp223 Triliun
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengungkap, ada beberapa hal yang membuat Indonesia berada di pinggir jurang krisis pangan. Pertama adalah perubahan iklim yang menghambat pertumbuhan tanaman pangan hingga menyebabkan penurunan produksi pertanian.
Kemudian yang kedua adalah karena kondisi tanah di Indonesia yang semakin hari semakin kehilangan tingkat kesuburannya lantaran eksploitasi yang tinggi. Kondisi ini menurut Bayu terjadi di banyak lahan pertanian terutama di Pulau Jawa.
"Masalah terbesar dalam konteks ini adalah kondisi tanah yang kehilangan tingkat kesuburannya. Di tunjukan oleh badan riset bahwa c-organik tanah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang berada di ambang batas 2% itu jumlahnya sangat banyak," kata Dirut Bulog , Bayu di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Lihat Juga :