Dibayangi Ancaman Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Tembus USD90/Barel

Kamis, 27 Januari 2022 - 16:11 WIB
loading...
Dibayangi Ancaman Perang...
Harga minyak mentah dunia Rabu (26/1) menembus USD90/barel untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak untuk pertama kalinya sejak 2014 menembus USD90 per barel pada hari Rabu (26/1) dibayangi oleh ketatnya pasokan dan meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina. Ancaman perang menambah kekhawatiran tentang gangguan lebih lanjut di pasar yang sudah ketat.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik USD1,76 atau 2% dan ditutup di USD89,96 per barel, setelah sempat menembus angka USD90 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik USD1,75 atau 2%, menjadi USD87,35 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Bakal Mendidih Seiring Memanasnya Eropa Timur dan Timur Tengah

Menteri Luar Negeri AS Tony Blinken mengatakan Amerika Serikat akan memastikan pasokan energi global tidak terganggu jika Rusia mengambil tindakan.

"Pasar gelisah bahwa pasokan fisik dapat terganggu," kata Paul Sheldon, kepala penasihat geopolitik, analitik, di S&P Global Platts seperti yang dikutip dari Reuters, Kamis (27/1/2022). "Kemungkinan besar, aliran akan berlanjut, tetapi risikonya tidak dapat diabaikan bahwa sesuatu dapat memengaruhi keseimbangan fisik," katanya.

Pada Selasa (25/1), Presiden AS Joe Biden mengatakan dia akan mempertimbangkan sanksi pribadi terhadap Presiden Vladimir Putin jika Rusia menginvasi Ukraina. Secara terpisah, gerakan Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke pangkalan Uni Emirat Arab pada hari Senin (24/1). Ketegangan politik global tersebut telah menambah kekhawatiran tentang pasar energi yang sudah ketat.

Seperti diketahui, OPEC+ mengalami kesulitan memenuhi target produksi bulanan karena memulihkan pasokan ke pasar setelah pemotongan drastis pada 2020. Sementara, Amerika Serikat kekurangan lebih dari 1 juta barel dari rekor tingkat produksi hariannya.

Baca Juga: Ukraina: Invasi 100 Kali Sehari oleh Rusia Sudah Dekat!

"Satu-satunya organisasi yang dapat mengubah arah harga sekarang adalah OPEC," kata Claudio Galimberti, wakil presiden senior analisis di Rystad.

Sementara itu, permintaan tetap kuat, menunjukkan persediaan mungkin menurun lebih lanjut. Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu (OPEC+) bertemu pada 2 Februari untuk mempertimbangkan peningkatan produksi lainnya.

Persediaan di Amerika Serikat naik dalam minggu terakhir, dengan stok minyak mentah naik 2,4 juta barel, melawan ekspektasi untuk penurunan moderat. Sementara persediaan bensin naik ke level tertinggi dalam hampir satu tahun, yang menjadi obat penenang yang dibutuhkan pasar saat ini.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rekomendasi
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved