Eksportir Baru Bermunculan, Aktivitas Ekspor Meningkat 32 Persen
Jum'at, 28 Januari 2022 - 07:56 WIB
loading...
Kepala Kantor KPPBC-TMP B Makassar, Andhi Pramono. Foto/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Makassar mengklaim aktivitas ekspor di wilayahnya terus mengalami peningkatan signifikan diikuti dengan eksportir baru yang bermunculan.
Kepala Kantor KPPBC-TMP B Makassar, Andhi Pramono mengatakan, dalam kurun waktu setahun kegiatan ekspor meningkat 32 persen dengan devisa mencapai USD 999 juta lebih. Sedangkan pada tahun 2020 pendapatan devisa hanya USD 755 juta lebih.
"Kalau eksportir kita ada 38 eksportir baru selama 2021 kemarin. Peningkatannya kurang lebih 26 persen eksportir baru dengan nilai pendapatan atau devisa USD 6 juta. Total kita memiliki 209 eksportir tetap," kata Pramono saat jumpa pers di kafe Jalan Serigala, Makassar, Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: Resmi! Produsen dan Eksportir Minyak Goreng Wajib Pasok 20% ke Domestik
Dia menerangkan, sudah ada 56 negara tujuan ekspor baik di Asia, Eropa, hingga Amerika. "Alhamdulillah, Sulsel ini jadi surga untuk ekspor dengan produk-produk unggulan. Mulai dari hasil laut, tambang, rempah-rempah, dan buah-buahan," ucap Pramono.
Kepala Kantor KPPBC-TMP B Makassar, Andhi Pramono mengatakan, dalam kurun waktu setahun kegiatan ekspor meningkat 32 persen dengan devisa mencapai USD 999 juta lebih. Sedangkan pada tahun 2020 pendapatan devisa hanya USD 755 juta lebih.
"Kalau eksportir kita ada 38 eksportir baru selama 2021 kemarin. Peningkatannya kurang lebih 26 persen eksportir baru dengan nilai pendapatan atau devisa USD 6 juta. Total kita memiliki 209 eksportir tetap," kata Pramono saat jumpa pers di kafe Jalan Serigala, Makassar, Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: Resmi! Produsen dan Eksportir Minyak Goreng Wajib Pasok 20% ke Domestik
Dia menerangkan, sudah ada 56 negara tujuan ekspor baik di Asia, Eropa, hingga Amerika. "Alhamdulillah, Sulsel ini jadi surga untuk ekspor dengan produk-produk unggulan. Mulai dari hasil laut, tambang, rempah-rempah, dan buah-buahan," ucap Pramono.
Lihat Juga :