Menteri PPN: Ibu Kota Baru Dibangun untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur
Rabu, 02 Februari 2022 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian kami menyampaikan Ibu Kota negara mendatang adalah Ibu Kota yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan masa depan terkait net zero emission, karena pada tahun 2060 Indonesia mencanangkan net zero emission," jelas Suharso.
Selain itu, Suharso menegaskan, bahwa rencana ini bukan hanya sekedar pindah Ibu Kota tetapi cara kerja baru akan dikenalkan disana. Menjadi cara-cara kerja yang kolektif antara semua sektor di pemerintahan.
Kementerian PPN/Bappenas juga menyampaikan luas wilayah yang akan dibangun sekitar 199 ribu hektare sebagai wilayah pengembangan dan sekitar 56 ribu hektare sebagai kawasan Ibu Kota negaranya sendiri, serta 6.700-an menjadi kawasan inti.
"Total ada 256 ribu hektare dan dengan luas yang luar biasa itu, 20 persen yang akan jadi built up area dan 80 persen dibiarkan menjadi hutan. Sehingga IKN akan menjadi wilayah forest city atau kota hutan," katanya.
Baca Juga: Ekonomi Ramal Ibu Kota Baru Bakal Sepi, Ini Sebabnya
Selain itu, Suharso menegaskan, bahwa rencana ini bukan hanya sekedar pindah Ibu Kota tetapi cara kerja baru akan dikenalkan disana. Menjadi cara-cara kerja yang kolektif antara semua sektor di pemerintahan.
Kementerian PPN/Bappenas juga menyampaikan luas wilayah yang akan dibangun sekitar 199 ribu hektare sebagai wilayah pengembangan dan sekitar 56 ribu hektare sebagai kawasan Ibu Kota negaranya sendiri, serta 6.700-an menjadi kawasan inti.
"Total ada 256 ribu hektare dan dengan luas yang luar biasa itu, 20 persen yang akan jadi built up area dan 80 persen dibiarkan menjadi hutan. Sehingga IKN akan menjadi wilayah forest city atau kota hutan," katanya.
Baca Juga: Ekonomi Ramal Ibu Kota Baru Bakal Sepi, Ini Sebabnya
Lihat Juga :