Diskon PPnBM Diyakini Dorong Penjualan Otomotif Tahun Ini
Kamis, 03 Februari 2022 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
Total produksi itu, selain untuk pasar domestik, juga diekspor ke tujuh negara. Total ekspor kendaraan Isuzu sepanjang 2021 sebanyak 5.005 unit. Angka itu naik 41 persen dibandingkan 2020 yang tercatat 3.554 unit. Ernando optimistis, tahun 2022 ini ekspor kendaraan Isuzu bisa meningkat. IAMI menargetkan akan mengekspor 6.486 unit mobil Isuzu.
Ernando melanjutkan, faktor pendukung lainnya yang tak kalah penting, di penghujung tahun 2021, bertepatan dengan GIIAS, Isuzu memperkenalkan produk terbaru All New Isuzu MU-X 4x4 dan D-Max. Kedua produk itu mengangkat mesin 1900 cc dengan tenaga lebih besar.
Ernando yakin, produk baru itu bisa memberi kinerja optimal, sama seperti kendaraan komersial Isuzu lainnya. Kedua produk mobil passenger itu akan membidik konsumen yang bergerak di pertambangan, perkebunan, minyak dan gas, serta perusahaan rental.
Faktor pendukung lainnya, lanjut Ernando, adalah kekuatan Isuzu menyambut kebijakan pemerintah terkait implementasi Euro4. Mulai 7 April 2022, seluruh kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia harus berstandar Euro4. Ernando menekankan, Isuzu Astra sudah memiliki bekal yang sangat baik yang telah dipersiapkan matang-matang untuk menyongsong standar Euro 4.
"DNA mesin Isuzu yang irit bahan bakar sehingga lebih hemat biaya operasional. Belum lagi pengalaman selama 10 tahun mesin commonrail pada Isuzu Giga, sejak tahun 2011, dan mekanik Isuzu di dealer telah siap dan paham bagaimana meng-handle mesin commonrail," tuturnya.
General Manager Marketing PT IAMI Attias Asril menambahkan, untuk memenuhi standar Euro4, kendaraan wajib menggunakan common rail. "Sejak kami menggunakan mesin commonrail tahun 2011, tidak pernah ada masalah dalam penggunaan bahan bakar solar untuk kendaraan Isuzu," kata dia.
Ernando melanjutkan, faktor pendukung lainnya yang tak kalah penting, di penghujung tahun 2021, bertepatan dengan GIIAS, Isuzu memperkenalkan produk terbaru All New Isuzu MU-X 4x4 dan D-Max. Kedua produk itu mengangkat mesin 1900 cc dengan tenaga lebih besar.
Ernando yakin, produk baru itu bisa memberi kinerja optimal, sama seperti kendaraan komersial Isuzu lainnya. Kedua produk mobil passenger itu akan membidik konsumen yang bergerak di pertambangan, perkebunan, minyak dan gas, serta perusahaan rental.
Faktor pendukung lainnya, lanjut Ernando, adalah kekuatan Isuzu menyambut kebijakan pemerintah terkait implementasi Euro4. Mulai 7 April 2022, seluruh kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia harus berstandar Euro4. Ernando menekankan, Isuzu Astra sudah memiliki bekal yang sangat baik yang telah dipersiapkan matang-matang untuk menyongsong standar Euro 4.
"DNA mesin Isuzu yang irit bahan bakar sehingga lebih hemat biaya operasional. Belum lagi pengalaman selama 10 tahun mesin commonrail pada Isuzu Giga, sejak tahun 2011, dan mekanik Isuzu di dealer telah siap dan paham bagaimana meng-handle mesin commonrail," tuturnya.
General Manager Marketing PT IAMI Attias Asril menambahkan, untuk memenuhi standar Euro4, kendaraan wajib menggunakan common rail. "Sejak kami menggunakan mesin commonrail tahun 2011, tidak pernah ada masalah dalam penggunaan bahan bakar solar untuk kendaraan Isuzu," kata dia.
Lihat Juga :