Nicke Dirut Pertamina, Pengamat: Indikasi Endorsement Politik Lebih Kuat
Jum'at, 12 Juni 2020 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, di sumur terminasi, Blok Madura Offshore dan Blok Mahakam, produksinya semakin menurun saat diambil alih oleh Pertamina. Padahal peningkatan lifting itu sangat dibutuhkan untuk menekan defisit neraca migas, yang semakin membengkak.
Di sisi lain, sambung dia, Nicke juga tak banyak menunjukkan hasil dalam melaksanakan program pembangunan kilang minyak. Menurut dia, dari 5 kilang minyak yang direncanakan hampir tidak ada progress berarti, bahkan mengalami kemunduran. (Baca juga: Erick Thohir: Nicke Masih Pilihan Terbaik untuk Dirut Pertamina)
"Seperti misalnya kerja sama Pertamina dan Aramco untuk pengembangan Kilang Cilacap justru berakhir sebelum dimulai. Demikian juga dengan Kilang Bontang, kerja sama Pertamina dengan OOG Oman, juga kandas di tengah jalan," paparnya.
Padahal, imbuhnya, pembangunan kilang merupakan perintah Presiden Joko Widodo sejak periode pertama, tetapi tidak menunjukkan progress signifikan.
Selain itu, Nicke juga dianggap tidak adil terhadap masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, saat harga minyak dunia naik, Pertamina dengan sigap menaikkan harga BBM tapi pada saat harga minyak dunia terpuruk Pertamina tidak menurunkan harga BBM. "Dengan kinerja itu, pengangkatan kembali Nicke menjadi preseden buruk bagi Pertamina," cetusnya.
Di sisi lain, sambung dia, Nicke juga tak banyak menunjukkan hasil dalam melaksanakan program pembangunan kilang minyak. Menurut dia, dari 5 kilang minyak yang direncanakan hampir tidak ada progress berarti, bahkan mengalami kemunduran. (Baca juga: Erick Thohir: Nicke Masih Pilihan Terbaik untuk Dirut Pertamina)
"Seperti misalnya kerja sama Pertamina dan Aramco untuk pengembangan Kilang Cilacap justru berakhir sebelum dimulai. Demikian juga dengan Kilang Bontang, kerja sama Pertamina dengan OOG Oman, juga kandas di tengah jalan," paparnya.
Padahal, imbuhnya, pembangunan kilang merupakan perintah Presiden Joko Widodo sejak periode pertama, tetapi tidak menunjukkan progress signifikan.
Selain itu, Nicke juga dianggap tidak adil terhadap masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, saat harga minyak dunia naik, Pertamina dengan sigap menaikkan harga BBM tapi pada saat harga minyak dunia terpuruk Pertamina tidak menurunkan harga BBM. "Dengan kinerja itu, pengangkatan kembali Nicke menjadi preseden buruk bagi Pertamina," cetusnya.
(fjo)
Lihat Juga :