Industri Baja Nasional Cetak Kinerja Gemilang, Investasinya Naik Rp215 Triliun
Sabtu, 05 Februari 2022 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Awas Banjir Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Nasional
Lebih lenjut ungkap Surya, memang persoalan kemajuan di Hilir baja lebih cepat dibanding dengan kemampuan supplai dari hulu baja, ini menjadi PR besar dalam mendukung investasi baja nasional. Satu sisi pemerintah melakukan rem pada baja yang di lartas, sisi yang lain bahan baku yang diproses oleh industri hulu baja carbon terjadi pengegasan impor bahan baku guna memenuhi kebutuhan industri baja hilir.
Jadi rem dan gas ini tidak harmonis karena kekurangan kemampuan di industri hulu baja nasional, imbuh Surya. Ekonom muda muhamadiyah ini melihat, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional memang harus dijaga supplai bahan baku baja ini, selama sektor baja ini masih surplus yang berasal dari baja stainless steel dalam neraca pembayaran masih baik.
Meski terang dia, industri hulu baja carbon masih terseok seok lebih lagi mereka belum mampu menghasilkan engineering steel, secara logic. "Tambahan investasi baru perlu impor bahan baku baja baru, pungkas Surya.
Lebih lenjut ungkap Surya, memang persoalan kemajuan di Hilir baja lebih cepat dibanding dengan kemampuan supplai dari hulu baja, ini menjadi PR besar dalam mendukung investasi baja nasional. Satu sisi pemerintah melakukan rem pada baja yang di lartas, sisi yang lain bahan baku yang diproses oleh industri hulu baja carbon terjadi pengegasan impor bahan baku guna memenuhi kebutuhan industri baja hilir.
Jadi rem dan gas ini tidak harmonis karena kekurangan kemampuan di industri hulu baja nasional, imbuh Surya. Ekonom muda muhamadiyah ini melihat, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional memang harus dijaga supplai bahan baku baja ini, selama sektor baja ini masih surplus yang berasal dari baja stainless steel dalam neraca pembayaran masih baik.
Meski terang dia, industri hulu baja carbon masih terseok seok lebih lagi mereka belum mampu menghasilkan engineering steel, secara logic. "Tambahan investasi baru perlu impor bahan baku baja baru, pungkas Surya.
(akr)
Lihat Juga :