Menggiurkan tapi Berisiko, Simak Tips Investasi Kripto dari Bobby Chen
Jum'at, 04 Februari 2022 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menekankan investasi kripto harus menggunakan uang dingin bukan uang panas. Hal yang juga penting adalah cara pengelolaan keuangannya dan harus benar-benar tahu kita investasikan uang di aset mata uang kripto apa dan proyeknya apa.
“Jangan pernah pakai uang panas, karena kripto adalah investasi yang berisiko. Artinya, pergerakan harganya sangat volatile sekali, bisa naik dan anjlok hanya dalam semalam bahkan bisa rugpull atau scam (developer membawa kabur uang investor),” tuturnya mengingatkan.
Bobby juga menyebutkan ihwal siklus 4 tahunan Bitcoin, di mana tahun 2018 terjadi crash dan ada yang meramal tahun 2022 akan crash juga. Di lain pihak, ada pengamat yang justru memperkirakan Bitcoin akan Rp1 miliar lebih atau mencetak ATH (All Time High).
“Tidak ada yang tahu pasti mana yang akan terjadi. Sekali lagi yang penting adalah money management kita, dan kalau kita lihat sejarahnya di Januari itu memang banyak merahnya, dan mulai bullish bulan Februari dan April,” urainya.
Baca juga: Ketiban Sial, Harta 10 Miliarder Kripto Mendadak Lenyap Rp384 Triliun
Lebih lanjut, dia kembali menekankan kepada siapapun untuk selalu mengetahui tujuan berinvestasi sedari awal. Harga yang naik kalau kita tidak take profit itu hanya ‘angka’ saja. Kalau mau trading harus pasang target take profitnya dan cutloss-nya, tapi kalau mau investasi jangka panjang harus bisa melihat jauh ke depan berdasarkan projek dan progress dari proyek kripto tersebut.
“Jadi harus jelas tujuan kita mau trading atau investasi long term. Karena banyak orang niatnya trading waktu harga naik nggak di-take profit bilangnya mau jadi ‘invest long term’, tapi waktu turun malah marah-marah, dan menyesal sendiri,” tukasnya.
“Jangan pernah pakai uang panas, karena kripto adalah investasi yang berisiko. Artinya, pergerakan harganya sangat volatile sekali, bisa naik dan anjlok hanya dalam semalam bahkan bisa rugpull atau scam (developer membawa kabur uang investor),” tuturnya mengingatkan.
Bobby juga menyebutkan ihwal siklus 4 tahunan Bitcoin, di mana tahun 2018 terjadi crash dan ada yang meramal tahun 2022 akan crash juga. Di lain pihak, ada pengamat yang justru memperkirakan Bitcoin akan Rp1 miliar lebih atau mencetak ATH (All Time High).
“Tidak ada yang tahu pasti mana yang akan terjadi. Sekali lagi yang penting adalah money management kita, dan kalau kita lihat sejarahnya di Januari itu memang banyak merahnya, dan mulai bullish bulan Februari dan April,” urainya.
Baca juga: Ketiban Sial, Harta 10 Miliarder Kripto Mendadak Lenyap Rp384 Triliun
Lebih lanjut, dia kembali menekankan kepada siapapun untuk selalu mengetahui tujuan berinvestasi sedari awal. Harga yang naik kalau kita tidak take profit itu hanya ‘angka’ saja. Kalau mau trading harus pasang target take profitnya dan cutloss-nya, tapi kalau mau investasi jangka panjang harus bisa melihat jauh ke depan berdasarkan projek dan progress dari proyek kripto tersebut.
“Jadi harus jelas tujuan kita mau trading atau investasi long term. Karena banyak orang niatnya trading waktu harga naik nggak di-take profit bilangnya mau jadi ‘invest long term’, tapi waktu turun malah marah-marah, dan menyesal sendiri,” tukasnya.
Lihat Juga :