Menggiurkan tapi Berisiko, Simak Tips Investasi Kripto dari Bobby Chen
Jum'at, 04 Februari 2022 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Bobby menambahkan, kripto dulu dan sekarang berbeda. Sekarang banyak kripto yang kita bisa lihat dan analisa fundamentalnya. Contohnya crypto yang memiliki proyek game, metaverse dan lainnya. Biasanya, kata dia, proyek-proyek ini mencari pendanaan lewat kripto sebab jika IPO ribet, jadi kita sebagai investor seperti beli saham perusahaan “startup” tapi memang jauh lebih berisiko.
“Sekali lagi kita harus benar-benar tau risiko dunia kripto dan kripto apa yang kita beli sebelum kita berinvestasi di kripto tersebut,” tegas pria yang dalam waktu 6 bulan berhasil membuat komunitas kripto dan mengumpulkan 20.000 anggota di Telegram dengan topik ‘Diskusi Crypto & Saham’.
Bobby sendiri terjun ke dunia kripto dengan modal awal Rp50 juta di bulan Februari 2021, lalu dalam tempo dua minggu uangnya sudah menjadi Rp250 juta. Sekarang dia sudah berinvestasi hingga Rp1 miliar lebih. Tak mau tanggung, dia yang tadinya main saham akhirnya mengalihkan semua sahamnya ke kripto.
Sebelum dikenal sebagai investor kripto dan NFT, Bobby sempat mengalami jatuh bangun dan gagal dalam berbisnis. Dia juga pernah mengalami kerugian Rp500 juta lebih saat investasi di saham pada Januari 2021 lalu. Namun, pria yang mengawali karir sebagai seorang aktor itu pantang mundur.
“Saya awalnya mau main film lalu masuk sekolah akting. Dari figuran sampai dapat beberapa job iklan, tapi tak terkenal. Bikin beberapa perusahaan juga gagal. Empat kali usaha saya gagal,” kenangnya.
“Terakhir ada aplikasi Ayofit dan perusahaan IT yang saya kembangkan dengan teman-teman itu masih tetap bertahan, yang lainnya ambruk semua,” tukasnya.
Ayofit sendiri merupakan aplikasi karya anak bangsa di bidang olahraga, program latihan, konsultasi, suplemen dan lainnya. Di perusahaan ini Bobby menjadi Chief Technology Officer PT Ayofit Indonesia Sehat, sedangkan di PT Sukses Berkat Aplikasi (SBA) dia menjabat Managing Director.
“Sekali lagi kita harus benar-benar tau risiko dunia kripto dan kripto apa yang kita beli sebelum kita berinvestasi di kripto tersebut,” tegas pria yang dalam waktu 6 bulan berhasil membuat komunitas kripto dan mengumpulkan 20.000 anggota di Telegram dengan topik ‘Diskusi Crypto & Saham’.
Bobby sendiri terjun ke dunia kripto dengan modal awal Rp50 juta di bulan Februari 2021, lalu dalam tempo dua minggu uangnya sudah menjadi Rp250 juta. Sekarang dia sudah berinvestasi hingga Rp1 miliar lebih. Tak mau tanggung, dia yang tadinya main saham akhirnya mengalihkan semua sahamnya ke kripto.
Sebelum dikenal sebagai investor kripto dan NFT, Bobby sempat mengalami jatuh bangun dan gagal dalam berbisnis. Dia juga pernah mengalami kerugian Rp500 juta lebih saat investasi di saham pada Januari 2021 lalu. Namun, pria yang mengawali karir sebagai seorang aktor itu pantang mundur.
“Saya awalnya mau main film lalu masuk sekolah akting. Dari figuran sampai dapat beberapa job iklan, tapi tak terkenal. Bikin beberapa perusahaan juga gagal. Empat kali usaha saya gagal,” kenangnya.
“Terakhir ada aplikasi Ayofit dan perusahaan IT yang saya kembangkan dengan teman-teman itu masih tetap bertahan, yang lainnya ambruk semua,” tukasnya.
Ayofit sendiri merupakan aplikasi karya anak bangsa di bidang olahraga, program latihan, konsultasi, suplemen dan lainnya. Di perusahaan ini Bobby menjadi Chief Technology Officer PT Ayofit Indonesia Sehat, sedangkan di PT Sukses Berkat Aplikasi (SBA) dia menjabat Managing Director.
(ind)
Lihat Juga :