IATA Rambah Bisnis Batu Bara, Hary Tanoesoedibjo: Mudah-Mudahan Jadi Kebangkitan di 2022
Kamis, 10 Februari 2022 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ekspansi Bisnis ke Batu Bara, MNC Energy (IATA) Incar 1,4 Miliar Metrik Ton
IATA mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD7,2 juta di bulan September 2021, naik 15% dibanding USD 6,3 juta pada bulan September 2020.
Akan tetapi, kenaikan tersebut diikuti dengan kenaikan berbagai beban usaha yang menghasilkan rugi bersih sebesar USD 4,7 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2021, naik 118% dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 2,1 juta.
Mengingat industri penerbangan masih belum pulih, IATA meyakini ekspansi di bidang usaha baru menjadi solusi untuk memperbaiki nilai perusahaan. Memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan dan permintaannya yang terus meningkat, IATA mengambil langkah strategis dengan merambah ke sektor energi, khususnya tambang batu bara.
IATA mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD7,2 juta di bulan September 2021, naik 15% dibanding USD 6,3 juta pada bulan September 2020.
Akan tetapi, kenaikan tersebut diikuti dengan kenaikan berbagai beban usaha yang menghasilkan rugi bersih sebesar USD 4,7 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2021, naik 118% dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 2,1 juta.
Mengingat industri penerbangan masih belum pulih, IATA meyakini ekspansi di bidang usaha baru menjadi solusi untuk memperbaiki nilai perusahaan. Memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan dan permintaannya yang terus meningkat, IATA mengambil langkah strategis dengan merambah ke sektor energi, khususnya tambang batu bara.
(akr)
Lihat Juga :