Jejak Miliarder Teknologi Asal Indonesia, Otto Toto Sugiri Punya Kekayaan Rp35,77 Triliun

Jum'at, 11 Februari 2022 - 17:14 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Mei, miliarder Anthoni Salim meningkatkan kepemilikannya di DCI dari 3% menjadi 11% sebagai bagian dari kemitraan strategis yang lebih luas antara grup Salimnya dan perusahaan.

Berdasarkan kesepakatan itu, DCI akan mengelola pusat data 15MW milik grup Salim, yang dengan sendirinya dapat diperluas hingga 600MW untuk memenuhi permintaan di masa mendatang. DCI juga diminta untuk mengawasi pusat data grup lainnya, tidak termasuk bisnis tambahan yang berpotensi berasal dari portofolio besar perusahaan dan properti grup di seluruh Indonesia dan seluruh Asia.

“Kami percaya data adalah titik penting dari digitalisasi, dan itu akan terus tumbuh secara eksponensial. DCI, sebagai perusahaan teknologi yang berkembang secara lokal dengan keahlian yang telah terbukti dalam solusi pusat data, adalah mitra strategis utama kami, ”kata Salim.

Keuangan DCI sangat mengesankan. Perusahaan membukukan kenaikan pendapatan 81%, dan peningkatan laba bersih 57% dimana pada level pertumbuhan tahunan secara total dari 2017 hingga 2020. Namun, pada tahun 2021 hingga akhir September, pendapatan tumbuh hanya 3% YoY menjadi Rp607 miliar (USD43 juta).

Sugiri menjelaskan, rendahnya angka tersebut menutupi angka pendapatan berulang yang marginnya lebih tinggi terlihat dari laba bersih yang tumbuh 24% menjadi Rp173 miliar hingga akhir September.

Salah satu tanda kepercayaan investor adalah harga saham DCI. Setelah listing pada Januari, sahamnya telah naik sekitar 11.000% hingga saat ini menjadi 44.000 rupiah baru-baru ini. Dengan nilai USD7 miliar, DCI sekarang menjadi salah satu perusahaan paling berharga di bursa saham Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sugiri dan dua pendiri lainnya telah menjadi miliarder berdasarkan saham mereka di perusahaan—menjadi tiga dari empat entri baru dalam daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia tahun 2021. Kenaikan saham yang meroket membuat bursa Indonesia sempat menghentikan perdagangan saham DCI sebanyak lima kali di 2021, bahkan meluncurkan investigasi pada bulan Juni.

Sugiri mengatakan, bursa telah membebaskan perusahaan dan pemegang saham pendiri dari kesalahan apapun. Bursa menolak untuk mengomentari penyelidikan sebagai bagian dari kebijakan. Sugiri yakin keuntungan itu sebagian karena permintaan investor yang besar mengejar sejumlah kecil saham yang ditawarkan.

Keberhasilan DCI telah menarik beberapa kompetisi kelas berat. Pada bulan Mei, grup Triputra milik miliarder Theodore Rahmat mengatakan, bahwa pihaknya bekerja sama dengan ST Telemedia dan Temasek dari Singapura untuk mendapatkan pusat data online 72MW pada akhir tahun 2023.

Pada bulan November, grup bisnis Sinar Mas, yang didukung oleh keluarga kuat Widjaja, mengumumkan bahwa mereka bermitra dengan Grup 42 Abu Dhabi untuk membangun pusat data 1.000 MW lokal (tidak ada tanggal yang diberikan untuk pembukaannya).

Grup properti terkemuka di Indonesia, Ciputra, juga telah menyatakan minatnya untuk memasuki industri pusat data, tetapi belum mengungkapkan rencana spesifik apa pun. Perusahaan internasional dan domestik lainnya yang sudah ada di pasar telah mengumumkan niat mereka untuk berekspansi.

Sugiri tetap tidak terpengaruh oleh persaingan yang muncul ini. “Pusat data di Indonesia akan menjadi lebih kritis karena perusahaan teknologi dan internet global besar melihat pentingnya lebih dekat dengan penggunanya,” katanya.

“Target kami saat ini tetap menjadi pemain terbesar di Indonesia. Ini adalah taman bermain kami.”

Sugiri berbicara soal pengalamannya lebih dari empat dekade di industri teknologi Indonesia. Setelah mendapatkan gelar sarjana teknik elektro dan master teknik komputer dari RWTH Aachen University Jerman, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1980 yang awalnya untuk merawat ibunya yang sakit, yang kemudian meninggal dunia.

Dia kemudian tinggal di Indonesia untuk melakukan berbagai pemrograman lokal, seperti menulis perangkat lunak rekayasa untuk perusahaan minyak atau program untuk mengelola pencairan pinjaman kepada nelayan di Papua untuk sebuah badan PBB. Pada tahun 1983, Sugiri bergabung dengan Bank Bali, yang kemudian dimiliki oleh pamannya, Djaja Ramli. (Bank Bali kemudian bergabung dengan Permata Bank, yang kemudian dibeli oleh Bangkok Bank.)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved