APPBI Curhat Jika Tahun Ini Ada Penutupan Usaha, Bisnis Mal Bakal Terkapar
Senin, 14 Februari 2022 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun hanya satu bulan, kata Alphonzus, dampaknya justru lebih berat dibandingkan tahun 2020. Hal itu karena pada 2021 sudah tidak ada dana cadangan lagi.
"Kalau pada 2020, memang penutupan mal terjadi selama tiga bulan dan kondisinya berat, tetapi pelaku usaha masih memiliki dana cadangan. Dana cadangan ini habis terkuras selama 2020 untuk hanya sekadar bertahan. Pada saat tutup 2021 yang hanya satu bulan, itu bebannya jauh lebih berat," terangnya.
Alphonzus menyampaikan, jika tahun ini ada penutupan usaha lagi, maka akan jauh lebih berat, sebab kerugian pada 2020 dan 2021 masih belum bisa teratasi. Ditambah lagi, pusat perbelanjaan yang sebelum pandemi kondisi kinerjanya kurang baik, tentu akan mendapat tekanan luar biasa.
Baca juga: Negara-negara Pengguna Scorpene, Kapal Selam Dahsyat Prancis yang Dibeli Prabowo
"Itulah sebabnya kenapa hingga saat ini masih ada saja pusat-pusat perbelanjaan yang dicoba untuk dijual atau ditawarkan kepada investor. Kenyataannya, kondisi sangat berat. Mereka tidak bisa bertahan lagi akibat kerugian yang dialami selama 2020 hingga saat ini," tandasnya.
"Kalau pada 2020, memang penutupan mal terjadi selama tiga bulan dan kondisinya berat, tetapi pelaku usaha masih memiliki dana cadangan. Dana cadangan ini habis terkuras selama 2020 untuk hanya sekadar bertahan. Pada saat tutup 2021 yang hanya satu bulan, itu bebannya jauh lebih berat," terangnya.
Alphonzus menyampaikan, jika tahun ini ada penutupan usaha lagi, maka akan jauh lebih berat, sebab kerugian pada 2020 dan 2021 masih belum bisa teratasi. Ditambah lagi, pusat perbelanjaan yang sebelum pandemi kondisi kinerjanya kurang baik, tentu akan mendapat tekanan luar biasa.
Baca juga: Negara-negara Pengguna Scorpene, Kapal Selam Dahsyat Prancis yang Dibeli Prabowo
"Itulah sebabnya kenapa hingga saat ini masih ada saja pusat-pusat perbelanjaan yang dicoba untuk dijual atau ditawarkan kepada investor. Kenyataannya, kondisi sangat berat. Mereka tidak bisa bertahan lagi akibat kerugian yang dialami selama 2020 hingga saat ini," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :