Pengrajin Tahu Tempe Ungkap Kedelai Lokal Bikin Semua Pihak Sejahtera

Senin, 14 Februari 2022 - 15:55 WIB
loading...
Pengrajin Tahu Tempe...
Pengrajin tahu tempe sebut kedelai lokal lebih nikmat rasanya. Foto/EkoPurwanto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gabungan Koperasi Tahu Tempe ( Gakoptindo ) mendesak pemerintah untuk menggenjot produksi kedelai lokal. Pasalnya, harga kedelai dunia yang fluktuatif serta berbagai alasan lain.

Baca juga: Ini Nih Ternyata Biang Kerok Melejitnya Harga Tahu Tempe

Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menjelaskan, sistem perdagangan kedelai di dunia, mengikuti pasar. Sekarang ini, produsen kedelai terbesar dunia seperti di Amerika, Argentina, dan Brazil terdampak cuaca sehingga produksi kedelai menurun.

Selain itu, permintaan kedelai dari China yang biasanya 75 juta ton per tahun, namun tahun ini melonjak naik menjadi 98 juta ton.

"Sehingga permintaan kedelai dunia itu meningkat, stoknya terbatas, maka otomatis harga kedelai impor menjadi naik," kata Aip saat berdialog di sebuah televisi swasta, Senin (14/2/2022).



Dari persoalan ini, Aip meminta agar pemerintah bisa menggenjot produksi kedelai lokal. Selain karena harga lebih murah, dia bilang, kedelai lokal juga lebih bergizi dibandingkan kedelai impor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan Tarif AS...
Kesepakatan Tarif AS dan Indonesia Disambut Baik Asosiasi Kedelai
Harga Kedelai Global...
Harga Kedelai Global Melonjak 3 Kali Lipat, Mentan: Kalau Tidak Tanam Mau Makan Apa?
Inovasi UMKM Soya Ayu,...
Inovasi UMKM Soya Ayu, Sajikan 34 Varian Susu dan Makanan dari Kedelai
Bapanas Akan Panggil...
Bapanas Akan Panggil Stakeholder untuk Turunkan Harga Kedelai
Kedatangan 350.000 Ton...
Kedatangan 350.000 Ton Kedelai Impor Mandek, Buwas Ungkap Penyebabnya
Gakoptindo Ungkap Biang...
Gakoptindo Ungkap Biang Keladi Sirnanya Kejayaan Kedelai Lokal
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Raker Komisi VI DPR,...
Raker Komisi VI DPR, Pemerintah Bahas Pemanggilan Importir Kedelai
Rekomendasi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved