Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Digadang Mampu Kurangi Beban Masyarakat
Selasa, 15 Februari 2022 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Terdapat pokok kebijakan APBN pada tahun 2022, yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural yang terdiri atas akselerasi penanganan Covid-19, menjaga perlindungan sosial dukungan terhadap UMKM dan usaha, reformasi struktural, reformasi fiskal, serta konsolidasi fiskal.
Sesi subtema kemudian diakhiri dengan pembahasan sektor moneter oleh Inka Yusgiantoro selaku Kepala Departemen Riset Sektor Jasa Keuangan OJK. Beliau memaparkan bahwa pandemi yang masih terjadi saat ini memengaruhi tingkah laku dan preferensi masyarakat dalam bertransaksi menjadi terdigitalisasi.
Meskipun begitu, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening (unbanked) akibat kurangnya fasilitas bank di sekitar tempat tinggal mereka. Mayoritas masyarakat Indonesia masih belum menabung di bank dan hanya menyimpan uangnya di rumah. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat inklusi keuangan belum sempurna walaupun tingkat literasi keuangan mengalami peningkatan.
Secara umum, negara Emerging Market and Developing Economies (EMDE) mengalami peningkatan digitalisasi produk dan jasa keuangan. Menurut Inka, UMKM merupakan kunci bagi keberhasilan digitalisasi dan inklusi keuangan.
Meskipun OJK sudah mengeluarkan peraturan terkait keuangan digital, keberhasilan transformasi digital sangat memerlukan adanya kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Terakhir, Inka berpesan bahwa masyarakat harus berhati-hati dengan aset digital yang sedang marak saat ini agar tidak tertipu, serta perlu adanya transparansi dari penjual produk keuangan kepada pelanggan.
Sesi subtema kemudian diakhiri dengan pembahasan sektor moneter oleh Inka Yusgiantoro selaku Kepala Departemen Riset Sektor Jasa Keuangan OJK. Beliau memaparkan bahwa pandemi yang masih terjadi saat ini memengaruhi tingkah laku dan preferensi masyarakat dalam bertransaksi menjadi terdigitalisasi.
Meskipun begitu, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rekening (unbanked) akibat kurangnya fasilitas bank di sekitar tempat tinggal mereka. Mayoritas masyarakat Indonesia masih belum menabung di bank dan hanya menyimpan uangnya di rumah. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat inklusi keuangan belum sempurna walaupun tingkat literasi keuangan mengalami peningkatan.
Secara umum, negara Emerging Market and Developing Economies (EMDE) mengalami peningkatan digitalisasi produk dan jasa keuangan. Menurut Inka, UMKM merupakan kunci bagi keberhasilan digitalisasi dan inklusi keuangan.
Meskipun OJK sudah mengeluarkan peraturan terkait keuangan digital, keberhasilan transformasi digital sangat memerlukan adanya kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Terakhir, Inka berpesan bahwa masyarakat harus berhati-hati dengan aset digital yang sedang marak saat ini agar tidak tertipu, serta perlu adanya transparansi dari penjual produk keuangan kepada pelanggan.
(atk)
Lihat Juga :