Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Digadang Mampu Kurangi Beban Masyarakat
Selasa, 15 Februari 2022 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi pembahasan subtema IEO ‘22 yang terbagi ke dalam tiga sektor, dipandu oleh Aldi Hawari selaku CNN Indonesia Business Anchor. Sektor pertama merupakan sektor riil yang disampaikan oleh Darwin Cyril Noerhadi selaku Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (INA).
Ia memaparkan bagaimana Lembaga Pengelola Investasi akan menjadi penopang perekonomian Indonesia. Dibentuk oleh UU Cipta Kerja, lembaga ini disebut sebagai game changer untuk investasi Indonesia. INA diperuntukkan untuk menarik investor sebagai modal pembangunan serta memberikan kepastian kepada para investor dengan bermitra.
Beberapa faktor yang mendorong pembentukan sovereign wealth fund di Indonesia antara lain adalah tingginya kebutuhan pembiayaan ke depan, tingkat FDI indonesia yang mengalami stagnasi, rasio utang yang terus meningkat terhadap PDB, serta kapasitas pembiayaan BUMN yang semakin terbatas.
Cyril juga memaparkan terkait kondisi perekonomian Indonesia saat pandemi, di mana perubahan kondisi perekonomian mengharuskan adanya negosiasi dengan pihak investor mengenai bagaimana valuasi aset dilakukan pada situasi sekarang sehingga transaksi akan lebih mudah terjadi. Harapannya, perekonomian di tahun 2022 dapat tumbuh yang ditandai dengan kondisi perekonomian tahun 2021 kuartal keempat yang baik.
Dari sektor fiskal, pemaparan disampaikan oleh Ferry Irawan selaku Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kementerian Koordinator Perekonomian. Ferry menuturkan bahwa dalam proses pemulihan ekonomi terdapat beberapa tantangan global yang dihadapi, yaitu kenaikan harga komoditas, kenaikan inflasi global, dan kenaikan kasus Covid-19 beserta variannya.
Penggunaan APBN dalam pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 di Indonesia berada di posisi yang moderat dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari defisit APBN Indonesia yang biasanya berada di bawah 2,5 persen kini meningkat menjadi 6 persen.
Selain itu, tingkat utang Indonesia masih lebih kecil berdasarkan persentase utang terhadap PDB dibandingkan dengan negara-negara lain. Pada kuartal keempat, pertumbuhan Indonesia berhasil mencapai target pemerintah sebesar 5,02 persen.
Ia memaparkan bagaimana Lembaga Pengelola Investasi akan menjadi penopang perekonomian Indonesia. Dibentuk oleh UU Cipta Kerja, lembaga ini disebut sebagai game changer untuk investasi Indonesia. INA diperuntukkan untuk menarik investor sebagai modal pembangunan serta memberikan kepastian kepada para investor dengan bermitra.
Beberapa faktor yang mendorong pembentukan sovereign wealth fund di Indonesia antara lain adalah tingginya kebutuhan pembiayaan ke depan, tingkat FDI indonesia yang mengalami stagnasi, rasio utang yang terus meningkat terhadap PDB, serta kapasitas pembiayaan BUMN yang semakin terbatas.
Cyril juga memaparkan terkait kondisi perekonomian Indonesia saat pandemi, di mana perubahan kondisi perekonomian mengharuskan adanya negosiasi dengan pihak investor mengenai bagaimana valuasi aset dilakukan pada situasi sekarang sehingga transaksi akan lebih mudah terjadi. Harapannya, perekonomian di tahun 2022 dapat tumbuh yang ditandai dengan kondisi perekonomian tahun 2021 kuartal keempat yang baik.
Dari sektor fiskal, pemaparan disampaikan oleh Ferry Irawan selaku Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kementerian Koordinator Perekonomian. Ferry menuturkan bahwa dalam proses pemulihan ekonomi terdapat beberapa tantangan global yang dihadapi, yaitu kenaikan harga komoditas, kenaikan inflasi global, dan kenaikan kasus Covid-19 beserta variannya.
Penggunaan APBN dalam pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 di Indonesia berada di posisi yang moderat dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari defisit APBN Indonesia yang biasanya berada di bawah 2,5 persen kini meningkat menjadi 6 persen.
Selain itu, tingkat utang Indonesia masih lebih kecil berdasarkan persentase utang terhadap PDB dibandingkan dengan negara-negara lain. Pada kuartal keempat, pertumbuhan Indonesia berhasil mencapai target pemerintah sebesar 5,02 persen.
Lihat Juga :