Bos BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Manfaat JHT vs JKP, Mana yang Lebih Gede?
Jum'at, 18 Februari 2022 - 13:07 WIB
loading...
Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dalam aturan baru hanya bisa dicairkan penuh setelah usia 56 banyak diprotes kalangan buruh dan pekerja.
Pasalnya, dana tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu ketika ada keperluan mendesak atau saat mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca juga: Meninggal Sebelum Usia 56 Tahun, Bagaimana Nasib Dana JHT-nya?
Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pekerja yang terkena PHK tetap terlindungi oleh program lain yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Dia pun membeberkan manfaat JKP ini dan rinciannya.
"Manfaat JKP ini adalah uang tunai diberikan selama 6 bulan. Pada 3 bulan pertama sebesar 45% dan bulan berikutnya 25% dari upah yang dilaporkan, dengan batasan maksimal upah Rp5 juta," paparnya dalam tayangan video, dikutip Jumat (18/2/2022).
Pasalnya, dana tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu ketika ada keperluan mendesak atau saat mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca juga: Meninggal Sebelum Usia 56 Tahun, Bagaimana Nasib Dana JHT-nya?
Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pekerja yang terkena PHK tetap terlindungi oleh program lain yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Dia pun membeberkan manfaat JKP ini dan rinciannya.
"Manfaat JKP ini adalah uang tunai diberikan selama 6 bulan. Pada 3 bulan pertama sebesar 45% dan bulan berikutnya 25% dari upah yang dilaporkan, dengan batasan maksimal upah Rp5 juta," paparnya dalam tayangan video, dikutip Jumat (18/2/2022).
Lihat Juga :