Jawaban Makjleb Luhut Saat Dikritik Dubes Amerika Soal Kebijakan Impor

Selasa, 22 Februari 2022 - 17:50 WIB
loading...
Jawaban Makjleb Luhut...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Instagram
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan dirinya pernah menerima kritik dari duta besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia ihwal kebijakan pemerintah Indonesia yang mengurangi impor.

“Mengapa Indonesia mengurangi jumlah impor produk-produk asing?” kata Luhut menirukan ucapan sang Dubes, dikutip dari akun Instagram resmi Luhut, Selasa (22/2/2022).

Menko Luhut pun lantas menyampaikan bahwa langkah pemerintah Indonesia menekan impor dan mengampanyekan pembelian produk buatan lokal sejatinya tak jauh berbeda dengan kebijakan yang telah diterapkan di AS. Dalam hal ini adalah program “Buy American” yang dikampanyekan oleh presiden Joe Biden.

“Bukankah kalian telah beri contoh kepada kami lewat ‘Buy American’ Executive Order?” kata Luhut menjawab pertanyaan Dubes AS.

Baca juga: Cari Duit buat Bangun Ibu Kota Baru, Luhut Bakal Safari ke Arab Saudi

Dia menilai “Buy American” merupakan kebijakan yang bagus dari presiden Joe Biden dan pemerintah Indonesia juga berupaya untuk menerapkan hal yang sama.

Perbincangan dengan Dubes AS itu kerap diceritakan Luhut di hadapan seluruh jajaran kementerian dan lembaga, serta kepala daerah, termasuk saat sosialisasi pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri yang merupakan bagian dari kampanye Gernas BBl (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia).

“Saya ingin pemerintah daerah yang notabene punya ‘buying power’ besar bisa memanfaatkan potensi pembelian produk dalam negeri sebesar Rp1.131,4 triliun melalui belanja barang atau jasa dan belanja modal di mana alokasi pemerintah daerah sebesar Rp532,5 triliun,” tuturnya.

Dengan begitu, kata dia, permintaan terhadap produk dalam negeri, proses industrialisasi, dan lapangan kerja bisa tercipta. “Serta yang paling penting bisa dimanfaatkan untuk menggiring produsen luar negeri berinvestasi di Indonesia,” tandasnya.

Baca juga: Gernas BBI Pacu Digitalisasi, Luhut: 17,2 Juta UMKM Sudah Go Digital

Luhut menerangkan dampak dari kebijakan Gernas BBI menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan gingga 1,7%.

“Selain itu juga aka nada 500 UMKM per daerah yang dapat masuk ke dalam sistem pengadaan ini dan akan menciptakan multiplier effect yang luar biasa, bukan hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun juga penyerapan tenaga kerja besar-besaran,” tuturnya.

Luhut pun berpesan kepada para gubernur, bupati dan walikota bahwa mereka dipilih oleh rakyat dan sudah saatnya membayar utang kepercayaan rakyat dengan membukakan jalan agar konstituen sejahtera.



“Caranya? dengan melakukan aksi nyata keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Karena sudah waktunya produk-produk hasil karya UMKM local dan nasional kita bisa naik kelas, jangan lagi menjadi ‘second class’ dan didikte oleh negara lain,” tegasnya. Agar hal itu terwujud, Luhut menekankan perlunya keberanian dan niat yang konkret dalam pelaksanaannya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved