Pariwisata Mulai Bangkit

Senin, 15 Juni 2020 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan, untuk tahap awal sektor pariwisata bisa diarahkan pada jenis wisata yang relatif aman. Misalnya pariwisata yang menghindari kerumunan atau keramaian, seperti wisata alam ke daerah-daerah maupun pelosok.

“Pesawat terbang juga harus bertahap peningkatan batas kapasitas maksimumnya, jangan langsung 70%. Dan saya kira karena faktor daya beli, saya kira tidak langsung melonjak ke persentase 70% namun akan bertahap seiring dengan gairah perekonomian di dalam negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2020 turun 45,50% secara month to month (mom). Kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret hanya 470.000 orang, turun dari Februari 2020 yang mencapai 864.000 orang.

Secara akumulatif, periode Januari-Maret 2020 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan atau turun 30,62% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama 2019 yang berjumlah 3,76 juta kunjungan. (Baca juga: OBjek Wisata di Kebumen Segera Dibuka, Pengunjung Khusus Wisatawan Lokal)

Hindari Wisata Massal

Dari luar negeri, sejumlah destinasi pariwisata di terkenal mulai bangkit pasca-epidemi virus corona (Covid-19). Mereka mulai mempersiapkan diri untuk menerima wisatawan dalam konsep new normal.

Maladewa (Maldives), merupakan salah satu destinasi yang membuka kembali untuk seluruh wisatawan pada bulan depan tanpa adanya pembatasan. Juru bicara dewan pariwisata Maladewa mengatakan destinasi di Samudera Hindia itu akan menyambut seluruh wisatawan dari berbagai negara pada Juni mendatang.

Awalnya, Maladewa mewajibkan surat kesehatan bebas Covid-19 sebagai persyaratan, tetapi negara kepulauan itu tetap membuka opsi mengizinkan wisatawan tanpa surat keterangan tersebut dengan menjalani masa karantina. Menariknya, tidak ada persyaratan visa baru atau tambahan biaya, seperti biaya pendaratan pesawat. “Kita akan membuka kembali perbatasan bagi wisatawan pada Juli 2020,” demikian keterangan Kementerian Pariwisata Maladewa, dilansir CNN. (Baca juga: Lola Amaria Bicara Nasib Pekerja Film di Era New Normal)

Siapapun yang memiliki kapal pesiar super mewah atau pesawat pribadi bisa bersiap meluncur ke Maladewa. Pada kondisi normal, biasanya wisatawan harus menunggu kepastian untuk masuk ke Maladewa selama beberapa pekan. Tahun lalu, Maladewa dikunjungi 1,7 juta wisatawan.

Tak semua resor di Maladewa tutup selama pandemi korona. Sekitar 30 resor masih beroperasi karena banyak wisatawan yang memilih mengisolasi diri di sana dari pada kembali ke rumah.

“Dampak pandemi virus korona memang lebih parah dibandingkan tsunami 2004 dan krisis keuangan global 2008,” kata Menteri Pariwisata Maladewa Ali Waheed.

Untuk pertama kalinya selama 47 tahun industri pariwisata di Maladewa, menurut Waheed, negara itu tidak mengalami kunjungan wisatawan baru sejak Maret. “Kita tidak membiarkan perbatasan kita ditutup dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Dari Uni Emirat Arab (UEA), Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed mengungkapkan kota itu siap untuk menghidupkan kembali pariwisata untuk membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi negara. "Saya pikir Dubai akan mengirimkan pesan optimisme kepada dunia yang dilanda badai Covid-19," katanya dilansir The National, harian ternama asal UEA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Jasaraharja Putera Perkokoh...
Jasaraharja Putera Perkokoh Kolaborasi Tata Kelola Risiko Pariwisata Labuhan Bajo
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Rekomendasi
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved