Pariwisata Mulai Bangkit
Senin, 15 Juni 2020 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengungkapkan, pengalaman menghadapi pandemi menjadi hal signifikan untuk menjadikan Dubai tetap menjadi kota yang mempertahankan daya saing dan tetap percaya diri dengan kemampuan sendiri. "Dubai harus memperkuat posisinya sebagai destinasi bisnis dan pariwisata yang menghubungkan dunia," kata Sheikh Hamadan.
Lalu bagaimana strategi Dubai menghidupkan kembali pariwisata pasca-korona? Melansir Khaleej Times, Dubai akan menekankan faktor keamanan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari bandara hingga di lokasi wisata. Mereka pun menunda pelaksaanaan Expo 2020, ajang pameran terbesar di dunia, hingga kondisi normal.
Direktur Jenderal Dubai Tourism Helal Almarri mengungkapkan, menghidupkan pariwisata butuh kerja sama berbagai pihak. "Kita harus tetap menciptakan nilai keunikan dan memberikan pengalaman kenyamanan bagi wisatawan," katanya. (Lihat Fotonya: Hadapi Corona, Pemerintah Beri Stimulus Kredit UMKM)
Sedangkan CEO Dubai Airport Paul Griffiths menyakinkan kalau bandar telah siap menyambut wisatawan dari berbagai dunia. "Standar kesehatan dan hieginitas akan memainkan peranan penting bagi wisatawan," katanya.
Di Singapura yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan hingga 100% berusaha mempersiapkan diri dengan strategi untuk menyakinkan wisatawan mau berlibur di negara kota tersebut. Singapura telah melaksanakan sejumlah aktivitas untuk memulihkan industri pariwisata dengan memberikan stimulus dan program sertifikasi kesehatan bagi hotel serta restoran.
Dalam kondisi new normal, Korea Selatan (Korsel) justru fokus membangkitkan wisatawan lokal. Strategi tersebut juga menjadi fokus di banyak negara, seperti Filipina, ketika banyak penerbangan internasional ditutup.
Profesor Wangoo Lee, pakar pariwisata asal Korsel, mengatakan pemerintah juga bekerja keras untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang terpukul karena pandemi.
Destinasi pariwisata yang bisa menjadi alternatif untuk menghindari kerumunan adalah wisata alam. Berlibur ke gunung, sungai, berkemah menjadi destinasi wisata yang menarik. "Pasca-pandemi harus mengajarkan semua pihak untuk mengembangkan produk pariwisata lokal dan memiliki nilai lingkungan," katanya.
Destinasi wisata utama dari Venesia hingga Barcelona di Eropa juga sudah mulai bersiap-siap menyambut wisatawan pada musim panas mendatang. Namun, Eropa diprediksi mengalami reorientasi pariwisata dengan mengutamakan kelas atas dan menengah, serta mengabaikan pariwisata kelas bawah selama pasca-Covid-19.
Pariwisata merupakan seperdelapan dari Produk Domestik Bruto (PDB) di Italia dan Spanyol. Kedua negara tersebut mengalami krisis ekonomi karena tidak adanya wisatawan berlibur selama pandemi korona dengan ditutupnya perbatasan. Italia telah membuka kembali perbatasan pada 2 Juni lalu, Spanyol menyusul pada 1 Juli.
Salah satu strategi pariwisata yang diterapkan di Italia adalah mengakhiri pariwisata massal yang merusak lingkungan dan masyarakat. (Lihat Videonya: Gelapkan 45 Mobil Rental, Janda Muda Ditangkap di Pangkal Pinang)
“Kita tidak bisa kembali ke sistem lama yakni pariwisata massal yang merusak kota Venesia,” kata Marco Gasparinetti, juru bicara Gruppo 25 Aprile, organisasi yang menentang pariwisata massal. Selama pandemi korona, banyak warga Venesia justru merasa lebih bahagia karena kota mereka lebih besar dibandingkan sebelumnya. (Ichsan Amin/Andika H Mustaqim/Adi Haryanto)
Lalu bagaimana strategi Dubai menghidupkan kembali pariwisata pasca-korona? Melansir Khaleej Times, Dubai akan menekankan faktor keamanan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari bandara hingga di lokasi wisata. Mereka pun menunda pelaksaanaan Expo 2020, ajang pameran terbesar di dunia, hingga kondisi normal.
Direktur Jenderal Dubai Tourism Helal Almarri mengungkapkan, menghidupkan pariwisata butuh kerja sama berbagai pihak. "Kita harus tetap menciptakan nilai keunikan dan memberikan pengalaman kenyamanan bagi wisatawan," katanya. (Lihat Fotonya: Hadapi Corona, Pemerintah Beri Stimulus Kredit UMKM)
Sedangkan CEO Dubai Airport Paul Griffiths menyakinkan kalau bandar telah siap menyambut wisatawan dari berbagai dunia. "Standar kesehatan dan hieginitas akan memainkan peranan penting bagi wisatawan," katanya.
Di Singapura yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan hingga 100% berusaha mempersiapkan diri dengan strategi untuk menyakinkan wisatawan mau berlibur di negara kota tersebut. Singapura telah melaksanakan sejumlah aktivitas untuk memulihkan industri pariwisata dengan memberikan stimulus dan program sertifikasi kesehatan bagi hotel serta restoran.
Dalam kondisi new normal, Korea Selatan (Korsel) justru fokus membangkitkan wisatawan lokal. Strategi tersebut juga menjadi fokus di banyak negara, seperti Filipina, ketika banyak penerbangan internasional ditutup.
Profesor Wangoo Lee, pakar pariwisata asal Korsel, mengatakan pemerintah juga bekerja keras untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang terpukul karena pandemi.
Destinasi pariwisata yang bisa menjadi alternatif untuk menghindari kerumunan adalah wisata alam. Berlibur ke gunung, sungai, berkemah menjadi destinasi wisata yang menarik. "Pasca-pandemi harus mengajarkan semua pihak untuk mengembangkan produk pariwisata lokal dan memiliki nilai lingkungan," katanya.
Destinasi wisata utama dari Venesia hingga Barcelona di Eropa juga sudah mulai bersiap-siap menyambut wisatawan pada musim panas mendatang. Namun, Eropa diprediksi mengalami reorientasi pariwisata dengan mengutamakan kelas atas dan menengah, serta mengabaikan pariwisata kelas bawah selama pasca-Covid-19.
Pariwisata merupakan seperdelapan dari Produk Domestik Bruto (PDB) di Italia dan Spanyol. Kedua negara tersebut mengalami krisis ekonomi karena tidak adanya wisatawan berlibur selama pandemi korona dengan ditutupnya perbatasan. Italia telah membuka kembali perbatasan pada 2 Juni lalu, Spanyol menyusul pada 1 Juli.
Salah satu strategi pariwisata yang diterapkan di Italia adalah mengakhiri pariwisata massal yang merusak lingkungan dan masyarakat. (Lihat Videonya: Gelapkan 45 Mobil Rental, Janda Muda Ditangkap di Pangkal Pinang)
“Kita tidak bisa kembali ke sistem lama yakni pariwisata massal yang merusak kota Venesia,” kata Marco Gasparinetti, juru bicara Gruppo 25 Aprile, organisasi yang menentang pariwisata massal. Selama pandemi korona, banyak warga Venesia justru merasa lebih bahagia karena kota mereka lebih besar dibandingkan sebelumnya. (Ichsan Amin/Andika H Mustaqim/Adi Haryanto)
(ysw)
Lihat Juga :