Tercatat 13 Emisi Obligasi dan Sukuk Sepanjang 2022, Nilainya Capai Rp5,11 Triliun

Sabtu, 26 Februari 2022 - 08:56 WIB
loading...
Tercatat 13 Emisi Obligasi...
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan terakhir bulan Februari ini diramaikan dengan kehadiran 4 pencatatan obligasi, 2 sukuk mudharabah dan Perusahaan Tercatat ke-8 pada tahun 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan terakhir bulan Februari ini diramaikan dengan kehadiran 4 pencatatan obligasi , 2 sukuk mudharabah dan Perusahaan Tercatat ke-8 pada tahun 2022.

Diawali pada Senin (21/2/2022), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.750.000.000.000,00 untuk obligasi dan sebesar Rp750.000.000.000,00 untuk sukuk.

Baca Juga: Hadapi Invasi Rusia, Ukraina Bakal Dapat Bantuan IMF Rp31,62 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat idA (Single A) untuk obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk sukuk. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat emisi ini.

Selanjutnya pada Rabu (23/2/2022) PT Adhi Commuter Properti Tbk dengan kode saham ADCP resmi tercatat pada Papan Utama BEI. ADCP bergerak pada sektor dan sub sektor Properties & Real Estate. Adapun industri dan sub industry ADCP adalah Real Estate Management & Development.

Berselang satu hari kemudian, PT Toyota Astra Financial Services menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2022, yang resmi dicatatkan di BEI pada Kamis (24/2) dengan nilai nominal sebesar Rp1.500.000.000.000,00. PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi tersebut dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat emisi ini.

Masih pada hari yang sama, PT Mandiri Tunas Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.228.055.000.000,00. Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk Obligasi ini adalah idAA+ (Double A Plus) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Sementara pada Jumat (25/2/2022), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.988.045.000.000,00 untuk obligasi dan sebesar Rp1.261.190.000.000,00 untuk sukuk. PEFINDO memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) bagi sukuk. PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Baca Juga: IHSG Satu Minggu Terakhir Menyusut 0,07 Persen Saat Perang Rusia Ukraina Pecah

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 13 emisi dari 10 Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp5,11 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 484 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp437,61 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 124 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 146 seri dengan nilai nominal Rp4.730,57 triliun dan USD200,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp4,86 triliun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved