Perang Rusia-Ukraina Bisa Kerek Harga Pupuk dan Gandum di Indonesia, Ini Sebabnya
Selasa, 01 Maret 2022 - 18:07 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina bisa mengerek harga gandum. Ilustrasi foto/pexels/tymurkhakimov
A
A
A
JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga pupuk dan gandum di Indonesia. Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta mengatakan, pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut dengan mencari sumber pasokan baru.
“Konflik ini akan berpengaruh besar pada harga pangan di dalam negeri dan Indonesia harus segera mencari sumber gandum dan pupuk baru secepatnya untuk membatasi kenaikan harga pangan,” ujarnya, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Harga Minyak Tak Terbendung Saat Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Temui Jalan Buntu
Krisna memaparkan, data dari UN Comtrade menunjukkan, pada tahun 2020 Ukraina memasok sekitar 23,51% gandum Indonesia. Tidak hanya Ukraina, Rusia pun memiliki hubungan perdagangan pangan yang cukup erat dengan Indonesia.
"Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia datang dari Rusia. Di samping itu, kedua negara merupakan sumber dari 7,38% produk baja impor Indonesia. Sementara itu, Rusia membeli sekitar 5% produk minyak nabati dari Indonesia," bebernya.
“Konflik ini akan berpengaruh besar pada harga pangan di dalam negeri dan Indonesia harus segera mencari sumber gandum dan pupuk baru secepatnya untuk membatasi kenaikan harga pangan,” ujarnya, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Harga Minyak Tak Terbendung Saat Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Temui Jalan Buntu
Krisna memaparkan, data dari UN Comtrade menunjukkan, pada tahun 2020 Ukraina memasok sekitar 23,51% gandum Indonesia. Tidak hanya Ukraina, Rusia pun memiliki hubungan perdagangan pangan yang cukup erat dengan Indonesia.
"Sebanyak 15,75% pupuk impor Indonesia datang dari Rusia. Di samping itu, kedua negara merupakan sumber dari 7,38% produk baja impor Indonesia. Sementara itu, Rusia membeli sekitar 5% produk minyak nabati dari Indonesia," bebernya.
Lihat Juga :