Banyak Perusahaan Raksasa Dunia Cabut dari Rusia, Kini Giliran ExxonMobil dan Boeing

Rabu, 02 Maret 2022 - 14:12 WIB
loading...
Banyak Perusahaan Raksasa...
Perusahaan raksasa minyak dan gas (migas), ExxonMobil serta produsen pesawat, Boeing telah bergabung dalam daftar perusahaan yang memutuskan hubungan bisnis dengan Rusia menyusul invagina ke Ukraina. Foto/Dok CAP
A A A
TEXAS - Perusahaan raksasa minyak dan gas (migas), ExxonMobil serta produsen pesawat, Boeing telah bergabung dalam daftar perusahaan yang mengambil tindakan tegas atas invasi Rusia ke Ukraina . ExxonMobil mengatakan, bakal keluar dari perusahaan patungan multi-miliaran dolar dengan Rosneft yakni perusahaan migas milik Rusia.

Baca Juga: Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun

ExxonMobil menjadi produsen minyak terbaru yang memutuskan hubungan bisnis dengan negara itu, setelah langkah serupa dilakukan BP, Shell dan Equinor. Sementara itu, pembuat pesawat terbesar di dunia Boeing mengatakan sedang menangguhkan operasional di Rusia.

"Kami menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas teritorial Ukraina dan membahayakan rakyatnya," kata ExxonMobil yang berbasis di Texas dalam sebuah pernyataan resmi perusahaan.

"Kami sangat sedih dengan hilangnya nyawa yang tidak bersalah dan mendukung respons internasional yang kuat," tambahnya.

ExxonMobil saat ini beroperasi dan memegang saham di ladang minyak dan gas Pulau Sakhalin, bersama Rosneft dan perusahaan dari Jepang dan India. Dikatakan ExxonMobil akan keluar dari operasi minyak dan gas Rusia itu, yang telah bernilai lebih dari USD4 miliar serta menghentikan rencana investasi terbaru di negara itu.

Tahun lalu, ExxonMobil mempekerjakan lebih dari 1.000 orang di seluruh negeri, dengan kantor pusar terletak di Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg dan Yuzhno-Sakhalinst, menurut situs webnya. Rusia sendiri merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia.

Pengumuman itu muncul ketika minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional untuk harga minyak melesat jadi USD110 per barel, menandai level tertinggi lebih dari tujuh tahun.

Sementara itu pada pada hari Senin, raksasa energi saingannya BP mengatakan, bakal melepas 19,75% sahamnya di Rosneft setelah "tindakan agresi Rusia di Ukraina".

Baca Juga: Melawan Putin? Dua Miliarder Top Rusia Berbicara Menentang Perang

Pada hari yang sama, Shell mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri semua usaha patungannya dengan perusahaan energi Rusia Gazprom. Hal itu termasuk berhenti dari fasilitas unggulan Sakhalin II, yang sebagian dimiliki dan dioperasikan oleh Gazprom.

Produsen minyak Norwegia Equinor juga mengatakan akan memulai proses divestasi dari usaha patungannya di Rusia. Selain itu pada hari Rabu (2/3/2022), raksasa penerbangan Boeing mengatakan telah menangguhkan "operasi besar" di Moskow dan menutup sementara kantornya di Kyiv.

"Kami juga menangguhkan suku cadang, pemeliharaan dan layanan dukungan teknis untuk maskapai Rusia," kata juru bicara Boeing kepada BBC.

Pembuat pesawat saingan Airbus tidak segera menanggapi permintaan BBC untuk memberikan komentar. Pengumuman itu muncul ketika brand-brand di seluruh dunia menjauhkan diri dari Rusia ketika invasinya ke Ukraina terus berlanjut.

Sebelumnya, Apple juga bergabung dalam daftar perusahaan besar yang menghentikan penjualan produk di Rusia, sebagai reaksi perusahaan atas memanasnya konflik di Ukraina. Selanjutnya American Express juga mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menghentikan hubungannya dengan bank-bank di Rusia, sejalan dengan sanksi.

Perusahaan kartu kredit itu menggambarkan bisnisnya di Rusia sebagai hal 'kecil', dengan satu mitra yang mengeluarkan kartu dan segelintir lainnya fokus pada perekrutan pedagang."Kami akan terus mematuhi semua undang-undang yang relevan saat situasi berkembang," katanya dalam sebuah pernyataan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved