Makin Gila-gilaan, Inflasi Turki pada Februari Tembus 54%
Kamis, 03 Maret 2022 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Nilai tukar lira Turki melemah 47% dalam setahun terakhir. Turbulensi lira telah memukul rakyat Turki dengan keras, karena nilai gaji mereka turun sementara biaya hidup meningkat secara drastis. Kenaikan tajam tarif listrik dan gas alam telah makin memperparah kondisi konsumen maupun pelaku bisnis.
Baca Juga: Mengapa Vladimir Putin Lama Menjabat Sebagai Presiden Rusia?
Pada pertengahan Februari, Erdogan bersumpah untuk "mematahkan belenggu suku bunga" dan menurunkan inflasi menjadi satu digit. Terkait merosotnya nilai tukar lira, Erdogan memilih menyalahkan "alat keuangan asing."
Alih-alih mengikuti saran banyak ekonom, Pemerintah Erdogan malah mempromosikan "liraisasi permanen," dan "rencana penyelamatan" yang memaksa bank sentral Turki menjamin tabungan dalam lira dengan melangkah masuk dan membuat kerugian pada deposito lira jika nilainya terhadap mata uang keras jatuh di luar suku bunga yang ditetapkan oleh bank.
Analis menilai rencana itu mahal dan pada dasarnya adalah kenaikan suku bunga yang besar secara tersembunyi. Namun, kebijakan itu disebut tidak mungkin berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Mengapa Vladimir Putin Lama Menjabat Sebagai Presiden Rusia?
Pada pertengahan Februari, Erdogan bersumpah untuk "mematahkan belenggu suku bunga" dan menurunkan inflasi menjadi satu digit. Terkait merosotnya nilai tukar lira, Erdogan memilih menyalahkan "alat keuangan asing."
Alih-alih mengikuti saran banyak ekonom, Pemerintah Erdogan malah mempromosikan "liraisasi permanen," dan "rencana penyelamatan" yang memaksa bank sentral Turki menjamin tabungan dalam lira dengan melangkah masuk dan membuat kerugian pada deposito lira jika nilainya terhadap mata uang keras jatuh di luar suku bunga yang ditetapkan oleh bank.
Analis menilai rencana itu mahal dan pada dasarnya adalah kenaikan suku bunga yang besar secara tersembunyi. Namun, kebijakan itu disebut tidak mungkin berkelanjutan dalam jangka panjang.
(fai)
Lihat Juga :