Pasar Fluktuatif, PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Tercukupi
Jum'at, 04 Maret 2022 - 10:57 WIB
loading...
PLN memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman di tengah gejolak harga di pasar internasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan keamanan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit PLN di Tanah Air di tengah fluktuasi harga di pasar internasional.
Harga batu bara dunia terus melesat pada perdagangan Kamis (3/3) siang. Berdasarkan data di pasar ICE Newcastle hingga pukul 13:46 WIB, harga batu bara kontrak April 2022 mencapai USD446 per ton atau naik 46,01% dari sesi sebelumnya di USD305,45 per ton.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Masih Membara, Harga Batu Bara Melesat ke USD446 per Ton
Sementara, harga batu bara kontrak Mei 2022 meroket 48,53% di USD429,85 per ton dari sesi kemarin di harga USD289,40 per ton. Bahkan, harga batu bara kontrak Juni 2022 terbang 50,41% di USD414,15 per ton.
Tingginya harga batu bara akibat gejolak politik internasional sempat dikhawatirkan akan kembali mengganggu pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit yang dioperasikan PLN. Namun, berkat perubahan mekanisme sistem monitoring batu bara dan transformasi ke digital, PLN memastikan pasokan batu bara dalam kondisi aman.
"Kebutuhan batu bara untuk pasar domestik sudah aman di tengah situasi internasional yang fluktuatif ditambah adanya perang Rusia-Ukraina. PLN telah mengubah sistem pengadaan batu bara secara digital dan berkoordinasi dengan kami di Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM, sehingga pengadaan batu bara untuk penyediaan listrik kepada masyarakat tetap terjaga," ucap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam keterangan resmi, Jumat (4/3/2022).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, sesuai arahan menteri ESDM dan menteri BUMN, mekanisme pasokan kebutuhan batu bara sudah dibenahi oleh PLN dengan melakukan kontrak jangka panjang. Selain itu kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) di monitor secara ketat dan terpantau secara digital dan terintegrasi dengan sistem database di Kementerian ESDM sebagai regulator dalam pertambangan batu bara.
Harga batu bara dunia terus melesat pada perdagangan Kamis (3/3) siang. Berdasarkan data di pasar ICE Newcastle hingga pukul 13:46 WIB, harga batu bara kontrak April 2022 mencapai USD446 per ton atau naik 46,01% dari sesi sebelumnya di USD305,45 per ton.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Masih Membara, Harga Batu Bara Melesat ke USD446 per Ton
Sementara, harga batu bara kontrak Mei 2022 meroket 48,53% di USD429,85 per ton dari sesi kemarin di harga USD289,40 per ton. Bahkan, harga batu bara kontrak Juni 2022 terbang 50,41% di USD414,15 per ton.
Tingginya harga batu bara akibat gejolak politik internasional sempat dikhawatirkan akan kembali mengganggu pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit-pembangkit yang dioperasikan PLN. Namun, berkat perubahan mekanisme sistem monitoring batu bara dan transformasi ke digital, PLN memastikan pasokan batu bara dalam kondisi aman.
"Kebutuhan batu bara untuk pasar domestik sudah aman di tengah situasi internasional yang fluktuatif ditambah adanya perang Rusia-Ukraina. PLN telah mengubah sistem pengadaan batu bara secara digital dan berkoordinasi dengan kami di Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM, sehingga pengadaan batu bara untuk penyediaan listrik kepada masyarakat tetap terjaga," ucap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam keterangan resmi, Jumat (4/3/2022).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, sesuai arahan menteri ESDM dan menteri BUMN, mekanisme pasokan kebutuhan batu bara sudah dibenahi oleh PLN dengan melakukan kontrak jangka panjang. Selain itu kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) di monitor secara ketat dan terpantau secara digital dan terintegrasi dengan sistem database di Kementerian ESDM sebagai regulator dalam pertambangan batu bara.
Lihat Juga :