Visa dan Mastercard Stop Beroperasi di Rusia Imbas Invasi Ukraina

Senin, 07 Maret 2022 - 11:55 WIB
loading...
A A A
Sekarang ribuan orang, termasuk wartawan, aktivis oposisi dan bahkan orang-orang biasa yang takut rezim Putin dan memutuskan untuk melarikan diri dari perang maka uang mereka akan dipotong. "Dan yang menyedihkan adalah inilah yang diinginkan Putin."

Baik Visa dan Mastercard telah mengumumkan bahwa mereka akan mematuhi sanksi yang diterapkan oleh negara-negara Barat sejak awal konflik Rusia Ukraina.

"Perang ini menjadi ancaman berkelanjutan terhadap perdamaian dan stabilitas, serta menuntut kami merespons sesuai dengan nilai-nilai kami," kata bos Visa Al Kelly.

Dalam sebuah pernyataan, Mastercard juga menggambarkan, invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina sebagai sesuatu yang "mengejutkan dan menghancurkan". Perusahaan kartu ini telah beroperasi di Rusia selama lebih dari 25 tahun. Ia menegaskan, bahwa mereka akan terus membayar upah 200 stafnya di sana.

"Kami menyesalkan dampak dari langkah yang kami ambil terhadap klien, mitra, merchant dan para pemegang kartu yang kami layani di Rusia," sambung pernyataan dari Visa.

Pihak perusahaan tidak mengungkapkan berapa banyak kartu Visa yang beroperasi di Rusia. American Express menyebut serangan Rusia terhadap Ukraina "tidak dapat dibenarkan" dan mengatakan pihaknya juga mengakhiri semua operasi bisnis di Belarus.

Presiden AS Joe Biden "menyambut baik keputusan itu" selama panggilan telepon dengan pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelensky, menurut Gedung Putih.

Menambah Gejolak Keuangan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Urals Rusia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023
Indonesia Jajaki Kerja...
Indonesia Jajaki Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Rekomendasi
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved