Harga CPO Terus Melonjak, Semoga Minyak Goreng Tak Kembali Langka

Senin, 07 Maret 2022 - 14:16 WIB
loading...
Harga CPO Terus Melonjak,...
Kenaikan harga CPO dunia akan berdampak pada harga minyak goreng. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO ) melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan, Senin siang (7/3/2022). Berdasarkan data Bursa Derivatif Malaysia pukul 13:07 WIB, harga CPO kontrak Maret 2022 naik 3,39% di MYR7.010 per ton.

Baca juga: Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang

Sementara, kontrak April 2022 menguat 3,27% di MYR6.806 per ton, kontrak teraktif Mei 2022 melesat 2,69% di MYR6.445 per ton, dan kontrak Juni 2022 menanjak 2,03% di MYR6.170 per ton.

CPO kompak rebound, setelah dihantam tekanan jual pada sesi sebelumnya. Kenaikan siang ini merupakan respons pasar komoditas atas isu ketatnya pasokan minyak nabati di tengah konflik Rusia dan Ukraina.

"Harga minyak sawit secara umum terlihat diperdagangkan pada level tertinggi bulan ini, koreksi yang terjadi diperkirakan datang dari gangguan permintaan," kata Head of Research Sunvin Group, Anilkumar Bagani, dilansir Reuters, Senin (7/3/2022).

Bagani menilai pasar minyak nabati masih terus memanas, dipicu oleh kondisi pasar yang ketat menyusul penurunan stok minyak kedelai dan minyak lobak dari Amerika Serikat dan Kanada. Stok minyak biji matahari juga sedang berjuang untuk mempertahankan nilai ekspornya di tengah serangan Rusia ke Ukraina.



Kelompok Industri Minyak Nabati (FEDIOL) mencatat agresi militer Rusia telah menghentikan pengiriman minyak bunga matahari Ukraina ke Uni Eropa, yang biasanya mewakili sekitar 200.000 ton per bulan.

Stok yang rendah di Eropa, membuat permintaan minyak nabati dari Asia meningkat. Survei Reuters memperkirakan stok minyak sawit Malaysia pada akhir Februari bakal turun 11,4% dari bulan sebelumnya menjadi 1,38 juta ton.

Ini terjadi karena produksi yang rendah selama empat bulan berturut-turut sementara angka ekspor terus melonjak.

Selain di bursa Malaysia, harga kontrak teraktif minyak kedelai di Bursa Dalian China turun 1,2%, sementara kontrak CPOnya juga merosot 2%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 2%. Harga CPO diperkirakan akan terus menanjak karena kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.

Baca juga: Gibran Terpapar COVID-19, Istri dan Anaknya Dalam Kondisi Sehat

Jika harga CPO terus menanjak maka akan berdampak pada harga minyak goreng. Semoga kenaikan CPO itu tak membuat minyak goreng kembali menjadi langka.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Purbaya Bocorkan Perusahaan...
Purbaya Bocorkan Perusahaan Diduga Lakukan Underinvoicing CPO, Siapa Saja?
Sentralisasi Ekspor...
Sentralisasi Ekspor Sawit Disentil Guru Besar IPB: Lebih Utama Penguatan Tata Kelola
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved