MNC Sekuritas: Investor Wajib Tahu, Ini 3 Penyebab Harga Saham Turun Naik
Senin, 07 Maret 2022 - 18:46 WIB
loading...
MNC Sekuritas memberikan edukasi seputar dunia pasar modal, kali ini mengupas penyebab mengapa harga saham bisa naik atau turun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - MNC Sekuritas merupakan unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan perusahaan sekuritas terbaik yang memiliki reputasi serta mendapat beragam penghargaan. Sejalan dengan hal tersebut, MNC Sekuritas juga senantiasa memberikan edukasi seputar dunia pasar modal.
Salah satunya dengan memberikan ulasan mengapa harga saham bisa naik atau turun. Saham sendiri bersifat fluktuatif karena dapat naik atau turun. Seperti halnya teori ekonomi, ketika permintaan tinggi maka harga saham akan naik. Demikian pula sebaliknya, ketika permintaan turun maka harga saham pun akan turun pula.
Baca Juga: Sambut Fitur Baru MotionTrade: Belajar Apa Itu Manajer Investasi?
Berikut ini beberapa alasan mengapa harga saham bisa naik maupun turun.
1. Kondisi Fundamental Ekonomi Makro
Salah satu hal yang menyebabkan harga saham bisa bersifat naik atau turun adalah kondisi fundamental ekonomi makro. Hal ini meliputi naik atau turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor impor yang berakibat langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta tingginya tingkat pengangguran.
Salah satunya dengan memberikan ulasan mengapa harga saham bisa naik atau turun. Saham sendiri bersifat fluktuatif karena dapat naik atau turun. Seperti halnya teori ekonomi, ketika permintaan tinggi maka harga saham akan naik. Demikian pula sebaliknya, ketika permintaan turun maka harga saham pun akan turun pula.
Baca Juga: Sambut Fitur Baru MotionTrade: Belajar Apa Itu Manajer Investasi?
Berikut ini beberapa alasan mengapa harga saham bisa naik maupun turun.
1. Kondisi Fundamental Ekonomi Makro
Salah satu hal yang menyebabkan harga saham bisa bersifat naik atau turun adalah kondisi fundamental ekonomi makro. Hal ini meliputi naik atau turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan nilai ekspor impor yang berakibat langsung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta tingginya tingkat pengangguran.
Lihat Juga :